Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 37

Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemenaker Suhartono menjelaskan pemerintah Indonesia
              untuk sementara masih menutup penempatan PMI yang akan ditempatkan di dua negara yakni
              Jepang dan Taiwan.

              "Hal ini dilakukan lantaran pemerintah Jepang dan Otoritas Taiwan menutup penempatan PMI
              yang  akan  ditempatkan  ke  Jepang  dan  Taiwan,"  jelasnya  dalam  keterangan  resmi,  Minggu
              (10/1/2021).

              Namun, kata Suhartono, bagi calon PMI yang telah terdaftar dalam SISKO-BP2MI dapat tetap
              diproses penempatannya terbatas sampai dengan PMI tersebut mendapatkan E-KTKLN.

              Suhartono  juga  meminta  kepada  seluruh  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (P3MI)  untuk  tetap  menerapkan  protokol  kesehatan  secara  ketat  di  setiap  tahapan  proses
              penempatan PMI sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 294/2020 tentang
              Pelaksanaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

              Sebagaimana diketahui, terbitnya aturan tersebut menjadi penanda kembali dibukanya keran
              pengiriman PMI setelah sempat ditutup sementara pada 18 Maret 2020.

              "Sekali  lagi  pemerintah  meminta  kepada  seluruh  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran
              Indonesia (P3MI) untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap tahapan
              proses penempatan PMI, demi perlindungan dan kesehatan serta keselamatan para PMI di luar
              negeri," kata dia.

              Berikut daftar negara-negara tujuan penempatan beserta sektor dan skema penempatannya:

              1. Hungaria dengan sektor pekerjaan industri permesinan atau mesin pendingin pada pemberi
              kerja berbadan hukum. Adapun skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P)
              dan PMI Perseorangan.
              2. Hong Kong dengan sektor PMI yang bekerja pada pemberi kerja perseorangan. Adapun skema
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P).

              3. Irak dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, kecuali sektor rumah tangga.
              Sementara  skema  penempatan  oleh  Perusahaan  Penempatan  PMI  (P  to  P)  dan  PMI
              Perseorangan.

              4. Kerajaan Arab Saudi dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum. Sementara
              skema  penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  PMI  (G  to  G  dan  G  to  P);  Penempatan  oleh
              Perusahaan Penempatan PMI (P to P); dan PMI Perseorangan.

              5.  Korea  Selatan  dengan  semua  sektor  pada  pemberi  kerja  berbadan  hukum.  Adapun
              penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  PMI  Pekerja  (G  to  G);  Penempatan  oleh  Perusahaan
              Penempatan PMI (P to P); dan PMI Perseorangan.

              6. Maladewa dengan sektor industri perhotelan, restoran, kafe dan/atau spa pada pemberi kerja
              berbadan hukum. Adapun skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P) dan
              PMI Perseorangan.

              7.  Nigeria  dengan  semua  sektor  pada  pemberi  kerja  berbadan  hukum.  Adapun  skema
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P).
              8. Persatuan Emirat Arab dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, kecuali
              sektor  rumah  tangga.  Adapun  skema  penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran
              Indonesia (G to G dan G to P); Penempatan oleh Perusahaan penempatan PMI (P to P); dan PMI
              Perseorangan.


                                                           36
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42