Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 40
PETUGAS GABUNGAN AMANKAN 21 CALON TENAGA KERJA INDONESIA ILEGAL KE
QATAR DI SIDAK AWAL TAHUN 2021
Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang terdiri dari unsur Direktorat
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (Direktorat PPTKLN) Kemnaker, Dinas
Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat dan UPT BP2MI Jawa Barat, melakukan inspeksi mendadak
(sidak) ke Kantor PT. ATT atau LPK SAA di Bandung Jawa Barat.
Dalam sidak yang dilakukan 8-9 Januari tersebut diketahui terdapat sebanyak 21 Calon PMI yang
berasal dari Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten yang telah mendaftar sebagai Calon PMI ke
PT.ATT/LPK SAA untuk bekerja di Qatar .
Dirjen Binapenta dan PKK, Kemnaker Suhartono mengatakan sidak ini merupakan respon cepat
Kemnaker atas informasi dari Atase Ketenagakerjaan Qatar bahwa terdapat iklan yang beredar
di masyarakat mengenai lowongan kerja di Negara Qatar dengan tawaran gaji yang menggiurkan
baik sebagai pekerja formal maupun informal sebagai PLRT.
Dirjen Suhartono mengimbau semua masyarakat untuk berhati-hati dan waspada bujuk rayu
untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah.
"Pastikan bahwa penempatan PMI keluar negeri melalui Dinas Ketenagakerjaan di Provinsi atau
Kabupaten/Kota atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) setempat," kata Suhartono dalam
keterangannya.
Sementara, Eva Trisiana, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri
menambahkan, bahwa permasalahan ini sering terjadi.
Oleh karena itu perlu adanya peran dari seluruh stakeholders untuk melaporkan kepada
Kemnaker atau Disnaker setempat jika ada proses penempatan PMI yang diketahui dilaksanakan
bukan oleh P3MI dan prosesnya janggal dengan meminta uang administrasi berlebih atau
dengan tawaran upah yang tinggi.
Eva juga menekankan bahwa penempatan PMI sektor domestik ke Negara Qatar yang
merupakan Negara Timur Tengah masih dilarang dan ditutup sesuai Kepmenaker No. 260 Tahun
2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna
Perseorangan di Negara Kawasan Timur Tengah.
Dalam pemeriksaan lanjutan, diduga PT.ATT/LPK Syekh Ahmed Alfarouq melakukan aktifitas
layaknya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Padahal diketahui tidak memiliki SIP3MI melainkan hanya sebuah yayasan dengan nama yayasan
Syekh Ahmed Alfarouq yang izinnya terdaftar sebagai organisasi di Bidang Sosial, Kemanusiaan
dan Keagamaan.
Sidak gabungan yang dipimpin oleh Kasubdit Perlindungan TKI Kemnaker, Muhammad Ridho
Amrullah dan Kepala Bidang Penempatan Disnaker Provinsi Jawa Barat sekaligus sebagai
anggota Tim Satgas Pelindungan PMI Jawa Barat Rudi Rudibillah mendapatkan informasi akan
adanya pemberangkatan 21 orang calon PMI yang diduga akan bekerja secara non prosedural
ke negara Qatar pada pertengahan Januari 2021 dengan iming iming untuk bekerja di restoran,
hotel, cafe atau sebagai perawat.
"Calon PMI baik laki-laki atau perempuan yang akan diberangkatkan dapat diduga untuk bekerja
diduga sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Negara Qatar, karena belum memiliki
kompetensi sebagai pekerja di perhotelan, restoran dll sesuai yg dijanjikan, "kata Ridho.
39

