Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 43

Tak  hanya  itu,  Kemnaker  juga  menerbitkan  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/1/PK.02.03/I/2021 Proses Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan Taiwan
              tertanggal 7 Januari 2021.

              Dirjen  Binapenta  dan  PKK,  Kemnaker  Suhartono  meminta  kepada  seluruh  Perusahaan
              Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (P3MI)  untuk  tetap  menerapkan  protokol  kesehatan
              secara  ketat  di  setiap  tahapan  proses  penempatan  PMI  sesuai  dengan  Keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  294  Tahun  2020  tentang  Pelaksanaan  Penempatan  Pekerja  Migran
              Indonesia Pada Masa Adatasi Kebiasaan Baru.

              Suhartono mengatakan, penempatan PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) dapat
              dilakukan ke semua negara tujuan penempatan dan otoritas setempat yang memperbolehkan
              masuknya  tenaga  kerja  asing  dengan  menerapkan  protokol  kesehatan  yang  ditetapkan  oleh
              negara tujuan penempatan dan otoritas setempat.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang  bekerja  di  negara-negara  penempatan.  Untuk  perusahaan  yang  akan  melakukan
              penempatan PMI UKPS juga harus mendapatkan izin dari kementerian yang menyelenggarakan
              urusan bidang ketenagakerjaan," kata Suhartono di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

              Sementara  itu,  terkait  surat  edaran  Menaker  tentang  proses  penempatan  Pekerja  Migran
              Indonesia (PMI) ke Jepang dan Taiwan, Dirjen Suhartono menjelaskan pemerintah Indonesia
              untuk sementara menutup penempatan PMI yang akan ditempatkan ke Jepang dan Taiwan. Hal
              itu  lantaran  pemerintah  Jepang  dan  Otoritas  Taiwan  menutup  penempatan  PMI  yang  akan
              ditempatkan ke Jepang dan Taiwan. Namun, kata Suhartono, bagi CPMI yang telah terdaftar
              dalam  SISKO-BP2MI  dapat  tetap  diproses  penempatannya  terbatas  sampai  dengan  Pekerja
              Migran Indonesia tersebut mendapatkan E-KTKLN.

              "Sekali  lagi  pemerintah  meminta  kepada  seluruh  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran
              Indonesia (P3MI) untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap tahapan
              proses penempatan PMI, demi perlindungan dan kesehatan serta keselamatan para PMI di luar
              negeri," kata Suhartono.





































                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48