Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 69

TERGIUR KERJA DI QATAR DENGAN GAJI TINGGI, 21 TKI ILEGAL DICIDUK TIM
              SATGAS
              Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melakukan inspeksi mendadak
              (sidak) ke Kantor PT ATT atau LPK SAA di Bandung Jawa Barat.

              Dalam sidak yang dilakukan 8-9 Januari 2021, terdapat sebanyak 21 calon PMI yang berasal dari
              Jawa Barat dan Banten telah mendaftar ke perusahaan tersebut untuk bekerja di Qatar.

              Para calon PMI ini tergiur akan iklan dari perusahaan tersebut yang menawarkan lowongan kerja
              di Qatar dengan tawaran gaji yang menggiurkan, baik sebagai pekerja formal maupun informal
              sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT).

              Dirjen  Binapenta  dan  PKK  Kementerian  Ketenagakerjaan  Suhartono  mengimbau  semua
              masyarakat untuk berhati-hati dan waspada bujuk rayu untuk bekerja ke luar negeri dengan
              mudah.

              "Pastikan bahwa penempatan PMI keluar negeri melalui Dinas Ketenagakerjaan di provinsi atau
              kabupaten/kota  atau Layanan  Terpadu  Satu  Atap  (LTSA)  setempat,"  kata  Suhartono  melalui
              keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

              Sementara,  Direktur  Penempatan  dan  Perlindungan  Tenaga  Kerja  Luar  Negeri  Eva  Trisiana
              menjelaskan, penempatan PMI sektor domestik ke Negara Qatar yang merupakan negara timur
              tengah masih dilarang dan ditutup.
              Sesuai  Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Kepmenaker)  Nomor  260  Tahun  2015  tentang
              Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan
              di Negara Kawasan Timur Tengah.

              Dalam pemeriksaan lanjutan, diduga PT ATT/LPK Syekh Ahmed Alfarouq melakukan aktivitas
              layaknya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

              Padahal diketahui tidak memiliki SIP3MI melainkan hanya sebuah yayasan dengan nama yayasan
              Syekh Ahmed Alfarouq yang izinnya terdaftar sebagai organisasi di Bidang Sosial, Kemanusiaan
              dan Keagamaan.

              "Calon PMI baik laki-laki atau perempuan yang akan diberangkatkan dapat diduga untuk bekerja
              diduga sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Negara Qatar. Karena belum memiliki
              kompetensi sebagai pekerja di perhotelan, restoran, dan lain-lain sesuai yang dijanjikan," kata
              Kasubdit Perlindungan TKI Kemenaker Muhammad Ridho Amrullah.

              Di lokasi sidak, ditemukan kelengkapan dokumen calon PMI dan surat izin perusahaan, dokumen
              formulir dan hasil medical check-up yang akan diberangkatkan.

              Selain itu, lokasi perkantoran tidak dilengkapi papan nama sebagaimana layaknya kantor atau
              lembaga penempatan pada umumnya.
              "Hal ini mengindikasikan lembaga tersebut akan mudah berpindah tempat atau membubarkan
              diri untuk melepas tanggung jawabnya ketika telah menempatkan para PMI," ujar Ridho.











                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74