Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 64

Misalnya,  pengusaha  dapat  melakukan  Pemutusan  Hubungan  Kerja  terhadap  Pekerja/Buruh
              karena mengalami kerugian tidak secara terus menerus selama 2 (dua) tahun.
              "Jadi memang harus ada kepastian. Dua tahun berturut - turut itu penting karena memang tidak
              mampu lagi," kata Timboel ketika dihubungi, Minggu (10/1).

              Kemudian,  Timboel  menyoroti  aturan  yang  menyebut  bahwa  pengusaha  dapat  memberi
              pesangon setengah dari pengaturan yang tercantum di UU cipta kerja.

              Diantaranya  karena  alasan  Perusahaan  melakukan  efisiensi  yang  disebabkan  Perusahaan
              mengalami  kerugian;  alasan  Perusahaan  dalam  keadaan  penundaan  kewajiban  pembayaran
              utang  yang  disebabkan  Perusahaan  mengalami  kerugian;  karena  alasan  Perusahaan  pailit  ;
              karena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan keadaan memaksa (force majeur). Maupun
              disebabkan Perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun.

              Timboel meminta harus ada audit dari pihak eksternal perusahaan yang menyatakan bahwa
              alasan tersebut memang terjadi. Bukan karena klaim sepihak dari perusahaan.

              "Itupun  harus  menjadi  pertanyaan  dan  penelitian  terlebih  dahulu  dari  pengawas  atau  audit
              eksternal,  bener  atau  tidak.  Karena  nyatanya  terjadi  kalau  orang  mengganti  usaha  atau
              menghapus kewajiban, dia ditutup, padahal dia sebenarnya ngga rugi ngga apa," ujar Timboel.

              Sebagai informasi, dalam draf RPP tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu
              Kerja dan Waktu Istirahat, Serta Pemutusan Hubungan Kerja, menyatakan pengusaha dapat
              melakukan PHK dan membayar pesangon setengah dari pengaturan pesangon yang ada di UU
              Cipta kerja karena beberapa alasan.

              Alasan tersebut antara lain pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap
              Pekerja/Buruh karena mengalami kerugian tidak secara terus menerus selama 2 (dua) tahun.
              Kemudian,  karena  alasan  Perusahaan  melakukan  efisiensi  yang  disebabkan  Perusahaan
              mengalami  kerugian;  alasan  Perusahaan  dalam  keadaan  penundaan  kewajiban  pembayaran
              utang yang disebabkan Perusahaan mengalami kerugian.

              Selanjutnya, karena alasan Perusahaan pailit; karena alasan Perusahaan tutup yang disebabkan
              keadaan memaksa (force majeur). Maupun disebabkan Perusahaan mengalami kerugian secara
              terus menerus selama 2 (dua) tahun.





























                                                           63
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69