Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 61
Aturan Kepdirjen Nomor 3/100/PK.02.02/I/2021 yang ditetapkan di Jakarta pada 7 Januari 2021
tersebut menetapkan 17 negara tujuan penempatan PMI beserta sektor dan skema
penempatannya.
Tak hanya itu, Kemnaker juga menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor
M/1/PK.02.03/I/2021 Proses Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan Taiwan
tertanggal 7 Januari 2021.
Dirjen Binapenta dan PKK, Kemnaker Suhartono meminta kepada seluruh Perusahaan
Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk tetap menerapkan protokol kesehatan
secara ketat di setiap tahapan proses penempatan PMI sesuai dengan Keputusan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 294 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Penempatan Pekerja Migran
Indonesia Pada Masa Adatasi Kebiasaan Baru.
Dirjen Suhartono mengatakan, penempatan PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS)
dapat dilakukan ke semua negara tujuan penempatan dan otoritas setempat yang
memperbolehkan masuknya tenaga kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan yang
ditetapkan oleh negara tujuan penempatan dan otoritas setempat.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
yang bekerja di negara-negara penempatan. Untuk perusahaan yang akan melakukan
penempatan PMI UKPS juga harus mendapatkan izin dari kementerian yang menyelenggarakan
urusan bidang ketenagakerjaan,"kata Dirjen Suhartono Sementara itu, terkait surat edaran
Menaker tentang proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan Taiwan,
Dirjen Suhartono menjelaskan pemerintah Indonesia untuk sementara menutup penempatan
PMI yang akan ditempatkan ke Jepang dan Taiwan. Hal itu lantaran pemerintah Jepang dan
Otoritas Taiwan menutup penempatan PMI yang akan ditempatkan ke Jepang dan Taiwan.
Namun, kata Dirjen Suhartono, bagi CPMI yang telah terdaftar dalam SISKO-BP2MI dapat tetap
diproses penempatannya terbatas sampai dengan Pekerja Migran Indonesia tersebut
mendapatkan E-KTKLN.
"Sekali lagi pemerintah meminta kepada seluruh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran
Indonesia (P3MI) untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap tahapan
proses penempatan PMI, demi perlindungan dan kesehatan serta keselamatan para PMI di luar
negeri,"kata Dirjen Suhartono.
Berikut daftar negara-negara tujuan penempatan beserta sektor dan skema penempatannya:
1. Hungaria dengan sektor pekerjaan industri permesinan atau mesin pendingin pada pemberi
kerja berbadan hukum. Adapun skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P)
dan PMI Perseorangan.
2.Hongkong dengan sektor PMI yang bekerja pada pemberi kerja perseorangan. Adapun skema
penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P).
3. Irak dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, kecuali sektor rumah tangga.
Sementara skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P) dan PMI
Perseorangan.
4. Kerajaan Arab Saudi dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum. Sementara
skema penempatan oleh Badan Pelindungan PMI (G to G dan G to P); Penempatan oleh
Perusahaan Penempatan PMI (P to P); dan PMI Perseorangan.
60

