Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 66

Sebab,  pemerintah  Jepang  dan  Otoritas  Taiwan  menutup  penempatan  PMI  yang  akan
              ditempatkan kedua negara tersebut.
              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang  bekerja  di  negara-negara  penempatan.  Untuk  perusahaan  yang  akan  melakukan
              penempatan PMI UKPS juga harus mendapatkan izin dari kementerian yang menyelenggarakan
              urusan  bidang  ketenagakerjaan,"  kata  Suhartono  melalui  keterangan  tertulis,  Minggu
              (10/1/2021).

              Namun, bagi calon pekerja migran Indonesia yang telah terdaftar dalam SISKO-BP2MI dapat
              tetap  diproses  penempatannya  terbatas  sampai  dengan  Pekerja  Migran  Indonesia  tersebut
              mendapatkan E-KTKLN.

              Berikut daftar negara-negara tujuan penempatan beserta sektor dan skema penempatannya:

              1. Hungaria dengan sektor pekerjaan industri permesinan atau mesin pendingin pada pemberi
              kerja berbadan hukum. Adapun skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P)
              dan PMI perseorangan.

              2. Hongkong dengan sektor PMI yang bekerja pada pemberi kerja per seorangan. Adapun skema
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P).

              3. Irak dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, kecuali sektor rumah tangga.
              Sementara  skema  penempatan  oleh  Perusahaan  Penempatan  PMI  (P  to  P)  dan  PMI
              perseorangan.

              4. Kerajaan Arab Saudi dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum. Sementara
              skema  penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  PMI  (G  to  G  dan  G  to  P),  penempatan  oleh
              Perusahaan Penempatan PMI (P to P), dan PMI perseorangan.
              5.  Korea  Selatan  dengan  semua  sektor  pada  pemberi  kerja  berbadan  hukum.  Adapun
              penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  PMI  Pekerja  (G  to  G),  penempatan  oleh  Perusahaan
              Penempatan PMI (P to P), dan PMI perseorangan.

              6. Maladewa dengan sektor industri perhotelan, restoran, kafe, dan/atau spa pada pemberi kerja
              berbadan hukum. Adapun skema penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P) dan
              PMI perseorangan.

              7.  Nigeria  dengan  semua  sektor  pada  pemberi  kerja  berbadan  hukum.  Adapun  skema
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P).

              8. Persatuan Emirat Arab dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, kecuali
              sektor  rumah  tangga.  Adapun  skema  penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran
              Indonesia (G to G dan G to P), Penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P), dan PMI
              perseorangan.

              9. Polandia dengan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum. Adapun penempatan
              oleh Badan Pelindungan PMI (G to G dan G to P) dan penempatan oleh Perusahaan Penempatan
              PMI (P to P).

              10.  Qatar  dengan  semua  sektor  pada pemberi kerja  berbadan  hukum, kecuali  sektor  rumah
              tangga.  Adapun  skema  penempatan  oleh  Badan  Pelindungan  PMI  (G  to  G  dan  G  to  P),
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P), dan PMI perseorangan.

              11.  Rusia  dengan  semua  sektor  pada  pemberi  kerja  berbadan  hukum.  Adapun  skema
              penempatan oleh Perusahaan Penempatan PMI (P to P) dan PMI perseorangan.


                                                           65
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71