Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 91
"BPJAMSOSTEK menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan pelindungan
atas program JKK dan JKM bagi para pekerja yang menjadi korban kecelakaan tersebut," kata
Krishna melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad.
Krishna mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran melalui Layanan Cepat Tanggap
BPJAMSOSTEK dan untuk sementara telah mendapatkan data para pekerja Sriwijaya Air dan
NAM Air yang sedang bertugas.
Untuk mengantisipasi temuan korban lainnya yang juga merupakan pekerja, Krishna meminta
keluarga korban atau kolega yang mengetahui bila korban sedang menjalankan tugas kedinasan
agar menginformasikan kepada BPJAMSOSTEK.
"Informasi dapat disampaikan melalui kanal informasi resmi atau kantor cabang BPJAMSOSTEK
terdekat. Kami pastikan santunan yang diberikan sampai ke ahli waris para korban," tuturnya.
Kanal informasi yang dimaksud antara lain Contact Center 175, Facebook BPJS Ketenagakerjaan,
dan Twitter @bpjstkindo.
Pekerja yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat bertugas atau kegiatan
kedinasan, ahli warisnya berhak mendapatkan santunan program JKK 48 kali upah terakhir yang
dilaporkan. Anak ahli waris juga berhak atas beasiswa pendidikan dari SD hingga perguruan
tinggi bagi dua anak dengan nilai maksimal total Rp174 juta.
Selain itu, ahli waris juga berhak mendapatkan santunan Rp42 juta dari program JKM. Melalui
program JKM juga berlaku beasiswa bagi dua orang anak.
Ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan tersebut juga otomatis mendapatkan
Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa masih aktif bekerja.
"Menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa para penumpang.
Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan
dalam menghadapi musibah ini," katanya.
90

