Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 93
para pekerja korban kecelakaan Sriwijaya Air," ujar Krishna dalam keterangan resmi, Minggu
(10/1).
Dia mengimbau kepada para keluarga atau kolega yang memiliki informasi terkait kemungkinan
ada korban lain agar memberi informasi kepada BPJS Ketenagakerjaan melalui kanal resmi atau
kantor cabang terdekat.
Ia memastikan bahwa santunan akan diberikan ke ahli waris atau keluarga korban.
Ia juga menuturkan bahwa pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan, secara otomatis
akan mendapat Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa masih aktif
bekerja.
Adapun, kanal informasi yang bisa dihubungi, yakni Contact Center 175, Facebook BPJS
Ketenagakerjaan dan Twitter resmi @bpjstkinfo.
"Seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan siap membantu menerima laporan atau informasi dari
keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182 ini," terang dia.
Ahli waris atau keluarga korban, seperti diungkapkan Krishna, berhak menerima santunan
sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BPJamsostek.
Selain itu, dua anak ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan, mulai dari sekolah
dasar hingga kuliah bagi dengan nilai maksimal Rp174 juta.
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak dan telah dipastikan
jatuh pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB atau empat menit pasca landas dari Bandara
Soetta menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Pesawat itu jatuh di sekitar perairan Kepulauan
Seribu, Jakarta.
Aparat gabungan hingga kini terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat. Teranyar, tim penyelam
Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL kembali menemukan puing-puing diduga bagian dari
pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Selain puing-puing, tim penyelam juga menemukan pakaian, mukena, kabel, hingga aviator
breath oxygen. Barang temuan itu dikumpulkan di KRI Thiptadi-381.
"Ditemukan sekitar pukul 13.10 WIB," kata Komandan Letkol Laut (P) Ricky Intriadi di KRI
Thiptadi-381.
92

