Page 153 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 APRIL 2021
P. 153

bahwasannya perusahaan swasta harus memberikan hak THR buruh paling lambat adalah H-7
              hari raya.
              Selain itu, Hadi menyebutkan adanya Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 tahun 2021 yang akan
              memberikan denda 5 persen kepada perusahaan apabila terjadi keterlambatan dalam pemberian
              THR.

              "Dikatakan melanggar aturan iya. Akan tetapi, merujuk pada situasi pandemi sekarang ini, saya
              melihat bahwa SE Kemenaker dapat dipahami. Dengan melihat kondisi krisis di lapangan, yang
              terpenting  adalah  bukan  buruh  dapat  THR  atau  tidak,  tetapi  buruh  masih  bisa  bekerja  atau
              tidak," terang dosen 47 tahun itu, Kamis (1/4/2021).

              Lebih lanjut, dosen yang juga sekaligus Direktur Kemahasiswaan UNAIR itu menuturkan bahwa
              tidak ada pihak yang diuntungkan dalam SE tersebut. Bagi perusahaan sendiri, sebut Hadi, SE
              itu  menjadi  diskresi  bagi  kondisi  keuangan  perusahaan.  Sementara  bagi  pemerintah,  dia
              menyatakan  bahwa  aturan  tersebut  sebagai  penyeimbang  supaya  sektor  perusahaan  tetap
              berjalan.

              Tidak  Boleh  Digeneralisasi  Meski  pihaknya  menilai  pencicilan  THR  saat  masa  pandemi  bisa
              dipahami, namun dosen yang lahir pada 6 April 1973 itu menekankan SE tersebut tidak boleh
              digeneralisasi  bagi  semua  perusahaan.  Menurutnya,  perusahaan  yang  masih  mampu  dan
              memiliki margin dalam laporan keuangannya, maka perusahaan itu harus tetap memberikan hak
              THR buruh sesuai aturan waktu.

              Namun, apabila kondisi perusahaan tersebut mengalami krisis atau kerugian selama pandemi,
              maka pemberian THR dengan sistem cicil diperbolehkan.

              "Di sinilah fungsi pengawas ketenagakerjaan yang ada di Disnaker setempat harus diperkuat.
              Setiap perusahaan harus transparan dengan kondisi keuangannya! Jangan sampai perusahaan
              justru  memanfaakan  moment  dan  menjadi  penumpang  gelap  dengan  memanfaatkan  hak
              pekerja," tekannya.

              Buruh Harus Pahami Situasi Ditanya perihal nasib buruh, dosen mata kuliah Hukum Perburuhan
              itu berharap agar buruh dapat memahami SE tersebut dengan melihat situasi pandemi saat ini
              yang merugikan berbagai sektor industri. Ditambah lagi, lanjut Hadi, larangan pemerintah untuk
              melakukan mudik juga menjadikan urgensi THR tidak begitu mendesak bagi buruh.

              "Sebenarnya larangan mudik ini kan untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi secara tidak
              langsung larangan itu berimplikasi pada nasib buruh di mana THR-nya diberikan dengan sistem
              cicil. Jadi, relevansi THR tidak sepenting seperti kondisi normal," jelasnya.

              Meski begitu, Hadi mengimbau perusahaan juga bisa memahami kondisi buruh dengan tetap
              memberikan THR sebagaimana jumlahnya dan dalam bentuk uang.

              "Jangan hanya menuntut buruh untuk memahami situasi, tetapi pihak perusahaan sendiri tidak
              transparan dan acuh pada nasib buruh," ujarnya.

              Terakhir,  Hadi  berharap  untuk  negara  tetap  melakukan  pengawasan  terhadap  kondisi  setiap
              perusahaan  agar  penerapan  SE  itu  dapat  berjalan  efektif.Sebagai  universitas  terbaik  di
              Indonesia, UNAIR terus mengembangkan keilmuan agar dapat menjawab tantangan yang ada
              di masyarakat. (OA).







                                                           152
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158