Page 182 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 182
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tahun ini BSU menyasar 8,7
juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Anggoro mengatakan, besaran BSU tahun 2021
adalah sebesar Rp 500 ribu untuk dua bulan, yang nantinya akan dicairkan sekaligus atau total
Rp 1 juta.
Kapan bantuan cair? Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Saat ini, BPJAMSOSTEK tengah menyerahkan secara bertahap data pekerja
penerima BSU kepada Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) selaku pelaksana teknis
BSU.
Anggoro mengatakan, BPJAMSOSTEK telah menyerahkan 1 juta data peserta BSU tahap pertama
pada Jumat (30/7/2021).
Menurut Anggoro, sebanyak 1 juta data peserta itu telah siap menerima penyaluran dana BSU
tahap pertama dari Kemnaker.
"Kami harapkan proses penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021," kata Anggoro
dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com , Sabtu (31/7/2021).
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, data 1 juta peserta BSU
tahap pertama yang diterima Kemnaker dari BPJAMSOSTEK pada Jumat (30/7/2021) akan
diperiksa kembali untuk menghindari duplikasi data.
"Nantinya data 1 juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh Kementerian
Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari duplikasi data,"
kata Ida, dikutip dari laman Kemnaker , Jumat (30/7/2021).
Ida mengatakan, pekerja/buruh yang akan mendapat BSU harus memenuhi seluruh persyaratan,
yaitu: Ida mengatakan, untuk pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK
lebih besar dari Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar
UMP atau UMK dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.
Sebagai contoh upah minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.798.312,00, maka dibulatkan
menjadi Rp 4.800.000. "Persyaratan lainnya, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level
3 dan Level 4 yang ditetapkan pemerintah," kata Ida.
Ida mengatakan, bantuan kali ini diutamakan untuk pekerja yang bekerja pada sektor industri
barang komsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa,
kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.
Bantuan juga diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang belum menerima program kartu prakerja,
program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif usaha mikro.
Ida mengatakan, BSU disalurkan langsung ke rekening bank penerima bantuan.
Sebagai catatan, Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam HIMBARA
yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BTN.
Khusus untuk penyaluran dana bantuan kepada pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi
Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Bagi penerima bantuan yang belum memiliki rekening di bank tersebut, Kemnaker akan
membukakan rekening secara kolektif di Bank HIMBARA dan BSI agar penyaluran dana bantuan
dapat lebih mudah, efektif dan efisien," kata Ida.
181

