Page 179 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 179

IDA:  Pertama  yakni  warga  negara  Indonesia  (WNI)  yang  dibuktikan  dengan  nomor  induk
              kependudukan (NIK). Kedua, terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih
              aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

              Ketiga, peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah
              dibawah  Rp  3,5  juta  per  bulan  sesuai  upah  yang  dilaporkan  kepada  BPJS  Ketenagakerjaan.
              Keempat, mereka yang bekerja pada industri barang konsumsi, perdagangan, dan jasa, kecuali
              jasa pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri properti, dan real estate.

              Kelima, tempat bekerja karyawan masuk dalam kawasan atau wilayah yang ditetapkan sebagai
              daerah zona PPKM level 4. Terakhir, penerima harus memiliki rekening bank yang aktif.

              KONTAN: Berapa anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program bantuan ini?

              IDA: Sesuai yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, akan ada tambahan
              anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk perlindungan sosial bagi 8,8 juta pekerja yang terdampak
              PPKM.

              Rincian anggaran Rp 10 triliun itu akan dialokasikan untuk bantuan subsidi upah (BSU) senilai
              Rp 8,8 triliun dan tambahan dana pelatihan Kartu Prakerja senilai Rp 1,2 triliun.

              Dengan  demikian,  dana  tambahan  untuk  perlindungan  pekerja  yang  semula  diperuntukkan
              khusus bagi program Prakerja, kini juga dipakai dalam program BSU. Namun, jelas keduanya
              memiliki fungsi yang berbeda.
              BSU digunakan untuk pekerja yang dirumahkan dan atau dipotong jam kerjanya, sedangkan
              Kartu  Prakerja  diperuntukkan  bagi  pekerja  yang  terkena  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK).
              Melalui pemberian insentif upah tersebut, kami mengharapkan pelaku usaha tidak perlu sampai
              melakukan PHK terhadap karyawan.
              KONTAN: Bagaimana dengan perkembangan Kartu Prakerja?

              IDA: Yang jelas, pemerintah juga akan memprioritaskan Kartu Prakerja bagi para korban PHK.
              Kementerian Tenaga Kerja juga melangsungkan program reguler perluasan kesempatan kerja
              yang juga membantu masyarakat di masa pandemi.

              Program ini berupa program padat karya untuk 45.000 orang dan tenaga kerja mandiri melalui
              wirausaha  produktif  untuk  100.000  orang.  Melalui  berbagai  dukungan  program  ini,  kami
              berharap pengusaha terus melakukan dialog secara bipartit dengan pekerja atau buruhnya untuk
              mencari  solusi  yang  terbaik bagi kedua belah  pihak.  Sehingga,  kelangsungan  berusaha  para
              pengusaha dapat terjaga dengan tetap memperhatikan keberlangsungan hidup pekerja/buruh,
              khususnya pada masa pandemi Covid-19.

              Saya yakin dan percaya apabila pengusaha dan pekerja saling terbuka dan berdialog mengenai
              masalah yang sedang dihadapi, maka akan mendapatkan solusi dan jalan keluar yang dapat
              diterima oleh kedua belah pihak.

              Kementerian  Tenaga  Kerja  juga  terus  memperbaiki  dan  meng-update  program  Pemulihan
              Ekonomi Nasional (PEN). Seperti diketahui sebelumnya, sejak tahun 2020 lalu pemerintah telah
              menggulirkan  empat  program  PEN  dan  menyentuh  langsung  sektor  ketenagakerjaan  di
              Indonesia.

              Pertama, program BSU yang telah diberikan kepada 12,2 juta orang. Berbeda dengan BSU yang
              sekarang akan digulirkan, program bantuan subsidi upah 2020 diberikan kepada upah atau gaji
              karyawan di bawah Rp 5 juta.


                                                           178
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184