Page 394 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 394
"Data 1 juta calon penerima BSU selanjutnya akan dicek dan di-screening oleh Keme-naker untuk
memastikan kesesuaian format data dan menghindari duplikasi data." kata Ida dalam konferensi
pers virtual, kemarin.
Ia menambahkan, variabel yang akan diperiksa dari data BPJS tersebut ialah kelengkapan data,
antara lain nomor rekening dan nomor induk kependudukan (NIK).
Setelah itu, lanjut dia, pemerintah akan menyalurkan dana BSU sebesar RpSOO ribu per bulan
untuk tiap penerima manfaat selama dua bulan. Dana tersebut akan diberikan sekaligus sebesar
Rpl juta kepada pekerja yang memenuhi persyaratan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 16/2021, terdapat sejumlah syarat
penerima BSU, yakni warga negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar
sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
Kepesertaan itu dibuktikan lewat nomor kartu kepesertaan sampai Juni 2021.
Kemudian, penerima BSU memiliki gaji maksimal Rp3,S juta. Apabila pekerja bekerja di wilayah
dengan upah minimum di atas Rp3,5 juta, persyaratan gaji tersebut menjadi paling banyak
sebesar upah minimum yang dibulatkan ke atas.
Persyaratan selanjutnya, buruh bekerja di wilayah PPKM level 3 dan 4. terutama pada sektor
barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, realestat, perdagangan, dan jasa kecuali
pendidikan dan kesehatan.
"Berdasarkan kriteria itu, Kemenaker bersama BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan exercise
dan hingga saat ini diestimasi sebanyak 8,7 juta orang pekerja atau buruh menjadi calon
penerima BSU," kata Ida.
BSU akan langsung disalurkan ke rekening bank penerima bantuan melalui Himpunan Bank
Negara, yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Khusus untuk penerima BSU di Aceh, dana akan
disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). (Ins/E-2)
393

