Page 398 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 398

negative - Bhima Yudhistira (Institute for Development of Economics and Finance (Indef)) Jadi
              dari  keseriusan  pemerintah  agak  terlambat  untuk  memberikan  insentif  untukmasukke
              pengembangan ekonomi digital

              neutral - Bhima Yudhistira (Institute for Development of Economics and Finance (Indef)) Skill
              tenagakerja belum match dengan kebutuhan industri 4.0 di mana yang lebih dibutuhkan adalah
              semi-highskilled dan highskilled labor

              neutral  -  Bhima  Yudhistira  (Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (Indef))
              Sementara misi untuk akselerasi industri kedi menengah belum terakomodasi. Idealnya industri
              kecil  menengah  masuk  dalam  valuechain  industri  yang  siap  4.0.  Ini  bisa  menciptakan
              ketimpangan yang makin jauh dalam hal transfer teknologi

              neutral  -  Bhima  Yudhistira  (Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (Indef))
              Dibeberapa  sektor  misalnya  automotif,  perusahaan  skala  besar  sudah  menyiapkan  operator
              pabrik untuk mempelajari otomatisasi berbasis IoT. Misalnya training mobil listrik di Jerman dan
              Jepang  dengan  biaya  perusahaan.  Staff  exchange  juga  menjadi  opsi  agar  operator  bisa
              menguasai lebih dari satu keahlian



              Ringkasan

              Kemajuan  teknologi  yang  semakin  canggih  melatarbelakangi  hadirnya  pabrik  pintar  yang
              memadukan automasi dengan digitalisasi. Dampak positifnya, produktivitas dan efisiensi akan
              semakin meningkat. Salah satu transformasi pesat itu dilakukan oleh industri automotif. Pertama,
              Kemenaker  mendorong  ekosistem  ketenagakerjaan  yang  kondusif.  Dari  sisi  suplai,  dia
              menerangkan  pihaknya  telah  melakukan  perbaikan  kualitas  SDM.  terutama  menghadapi
              ekosistem digital. Balai-balai latihan kerja (BLK) terus didorong melakukan transformasi yang
              dulu lebih mengedepankan manual, sekarang dan ke depan harus memberikan pengetahuan
              dan keterampilan tentang automasi dan TI.



              MENGGAPAI EFISIENSI DENGAN AUTOMASI

              Kemajuan  teknologi  yang  semakin  canggih  melatarbelakangi  hadirnya  pabrik  pintar  yang
              memadukan automasi dengan digitalisasi. Dampak positifnya, produktivitas dan efisiensi akan
              semakin meningkat. Salah satu transformasi pesat itu dilakukan oleh industri automotif.

              "Kalau dulu pakai lempung atau clay , kini sudah pakai program komputer dengan model 3D. ini
              dilakukan  bertahap  seiring  dengan  perkembangan  teknologi  automasi,  komputer,  dan
              sebagainya.  Bahkan  kalau  di  industri  automotif  semuanya  diintegrasikan  dari  pabrik  hingga
              terhubung ke supplier sehingga pengiriman stok sudah bisa dipercepat," ujar Sekretaris Umum
              Gabungan  Industri  Kendaraan  Bermotor  Indonesia  (Gaikindo)  Kukuh  Kumara  kepada
              KORANSINDO kemarin.

              Saat ini standar pabrik automotif di Indonesia sudah mengikuti standar global. Dengan begitu
              kualitas produk yang dihasilkan hingga proses pengiriman pun berstandar internasional. Kukuh
              tidak sependapat hadirnya automasi dan integrasi teknologi canggih akan menyingkirkan tenaga
              manusia. Menurutnya, kehadiran teknologi tidak menyebabkan peran manusia hilang. Umumnya
              perusahaan  justru  meningkatkan  kemampuan  (npskilling) tenaga  kerjanya  sehingga  memiliki
              daya saing yang lebih baik.




                                                           397
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403