Page 461 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 461
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima bantuan pemerintah berupa
subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat
(30/7/2021). Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.
SATU JUTA DATA DIPROSES TERIMA SUBSIDI UPAH
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan menerima data calon penerima bantuan pemerintah
berupa subsidi gaji/upah (BSU) bagi pekerja/buruh dari BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat
(30/7/2021).
Prosesi serah terima data ini sebagai tanda dimulainya program BSU tahun 2021.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan, bahwa pada hari ini pihaknya menerima
data dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1 juta calon penerima bantuan dari 8,73 juta
pekerja/buruh yang diproyeksikan akan menerima BSU.
Untuk jumlah calon penerima tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,8 Triliun.
"Nantinya data satu juta calon penerima BSU tersebut akan dicek dan di-screening oleh
Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kesesuaian format data, dan menghindari
duplikasi data," kata Menaker Ida secara daring, seperti dikutip RRI.co.id, Jumat (30/7/2021).
Ida meminta kepada seluruh perusahaan yang belum menyerahkan data rekening pekerjanya
agar segera menyerahkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Begitu pula para pekerja/buruh yang memenuhi syarat, tapi belum menyerahkan data nomor
rekening bank-nya ke perusahaan agar segera menyerahkan ke perusahaan guna memperlancar
proses pemberian bantuan.
"Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan dan pekerja/buruh di seluruh Indonesia yang
belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, segera daftarkan diri kita dan pekerja/buruh
kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian
kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," ucapnya.
Ia berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.
"Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
terus optimis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," ucapnya.
Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan yaitu
WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
dengan Juni 202.
Pekerja yang berhak mendapatkan bantuan harus bergaji paling banyak Rp3,5 juta, dengan
ketentuan pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan upah minimum provinsi atau
kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, sehingga persyaratan gaji/upah tersebut menjadi
paling banyak sebesar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga
ratus ribuan penuh.
460

