Page 466 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 466
BP JAMSOSTEK SERAHKAN 1 JUTA DATA CALON PENERIMA BSU KE KEMENAKER
JAKARTA, - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek
menyerahkan 1 juta data pekerja calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) ke Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jumat (30/7). Penyerahan data tahap pertama kepada
Kemenaker sebagai pelaksana teknis BSU tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran
bantuan tepat sasaran sekaligus meminimalisir terjadinya kesalahan distribusi BSU.
"Hari ini, Jumat (30/7), BP Jamsostek menyampaikan sejumlah 1 juta data pekerja tahap
pertama yang siap untuk disalurkan dana BSU oleh Kemenaker. Kami harapkan proses
penyampaian data dapat selesai pada Agustus 2021," kata Direktur Utama BP Jamsostek
Anggoro Eko Cahyo dalam press conference virtual penyerahan data BSU di Jakarta, Jumat
(30/7).
Menurut Anggoro, penggunaan kembali data yang dikelola institusinya untuk BSU, menunjukkan
pentingnya data Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang valid. Data kepesertaan BP
Jamsostek tersebut merupakan bank data pekerja terbesar di Indonesia.
Untuk itu Anggoro mengingatkan pemberi pekerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek dan selalu
menjaga validitas datanya. Para pekerja juga harus selalu memastikan telah mendapat
perlindungan BP Jamsostek.
"Dengan menjadi peserta BP Jamsostek, pekerja terlindungi dari risiko kerja, dan juga
mendapatkan nilai tambah seperti BSU. Pastikan kepesertaan tertib melalui aplikasi BPJSTKU
dan cek di HRD masing-masing," tegas Anggoro. Untuk mempermudah penyaluran BSU, pekerja
yang belum memiliki rekening Bank Himbara akan dibukakan rekening secara kolektif, dengan
memenuhi beberapa kebutuhan data tertentu.
"Kantor Cabang kami akan berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk mengumpulkan secara
kolektif 7 mandatory data untuk syarat pembukaan rekening Bank Himbara, yaitu Nomor Induk
Kependudukan (NIK), nama lengkap, tanggal lahir, alamat pemberi kerja, nama ibu kandung,
nomor telepon selular, dan alamat email . Mohon kerjasama pihak perusahaan agar proses ini
dapat berjalan lancar," tambah Anggoro.
Pemberian BSU ini sengaja digulirkan oleh Pemerintah kepada masyarakat pekerja agar roda
perekonomian dapat terus berjalan dengan mempertahankan daya beli masyarakat. "Kami
berharap para pekerja dapat segera mendapatkan dana BSU agar dapat bermanfaat untuk
membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari pekerja dan keluarga, sekaligus
menggerakkan perekonomian, sesuai dengan tujuan BSU ini," tutup Anggoro.
Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk kembali memberikan BSU kepada para pekerja
Indonesia yang terdampak Pandemi Covid-19. BP Jamsostek juga kembali dipercaya sebagai
penyedia data pekerja untuk penyaluran BSU tahun 2021 tersebut.
Adapun kriteria penerima BSU tahun 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
Nomor 16 tahun 2021. Terdapat penyesuaian pada kriteria penerima BSU tahun 2021 ini, antara
lain batas maksimal upah menjadi Rp 3,5 juta atau jika upah minimum setempat lebih tinggi,
maka akan mengacu pada upah minimum yang berlaku. Sementara untuk masa kepesertaan
aktif BP Jamsostek ditentukan hingga bulan Juni 2021.
Penyaluran dana BSU ini diberikan kepada pekerja terdampak yang berada di wilayah PPKM
kategori Level 3 dan 4 di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk rekening bank yang bisa menerima
BSU ini hanya diperkenankan menggunakan Bank Himbara (BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN).
Besaran BSU tahun 2021 mencapai Rp 500 ribu selama dua bulan yang diberikan sekaligus atau
total mencapai Rp 1 juta. Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id).
465

