Page 468 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 468

"Saya  mengimbau  kepada  seluruh  perusahaan  dan  pekerja/buruh  di  seluruh  Indonesia  yang
              belum mendaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, segera daftarkan diri kita dan pekerja/buruh
              kita pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian
              kita semua dapat terlindungi, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," ucapnya.

              Dia berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi para pekerja/buruh dan
              juga perusahaan yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.

              "Gunakanlah sebaik-baiknya dana bantuan yang telah diberikan. Patuhi protokol kesehatan, dan
              terus optimis kita pasti bisa melewati masa sulit ini apabila bersama-sama," ucap Ida.

              Adapun, pekerja/buruh yang akan mendapat bantuan harus memenuhi seluruh persyaratan yaitu
              WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
              dengan Juni 202.

              Ida  membeberkan  ketentuannya  ialah  pekerja/buruh  yang  bekerja  di  wilayah  dengan  upah
              minimum provinsi atau kabupaten/kota lebih besar dari Rp 3,5 juta.

              Maka, persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar upah minimum provinsi
              atau kabupaten/kota dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.

              Sebagai  contoh  upah  minimum  Kabupaten  Karawang  sebesar  Rp  4.798.312,00  dibulatkan
              menjadi Rp 4.800.000.
              "Persyaratan lainnya, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang
              ditetapkan pemerintah," ucap Ida.

              Menurutnya, bantuan kali ini diutamakan untuk pekerja yang bekerja pada sektor industri barang
              komsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa pendidikan dan kesehatan.

              Bantuan juga diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang belum menerima program kartu prakerja,
              program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif usaha mikro. Adapun terkait dengan
              mekanisme penyalurannya, BSU disalurkan langsung ke rekening bank penerima bantuan.

              Para penerima BSU yang memiliki mobile banking langsung dapat cek di gadget-nya, atau bisa
              langsung  cek  ke  ATM  dan  ke  kantor  cabang  Bank  Penyalur  dengan  tetap  menjaga  protokol
              Kesehatan. Bank Penyalur BSU adalah Bank Milik Negara yang terhimpun dalam HIMBARA yaitu
              Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BTN.

              Khusus untuk penyaluran dana bantuan kepada pekerja/buruh penerima bantuan di Provinsi
              Aceh, menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).

              “Bagi  penerima  bantuan  yang  belum  memiliki  rekening  di  bank  tersebut,  Kemnaker  akan
              membukakan rekening secara kolektif di Bank HIMBARA dan BSI agar penyaluran dana bantuan
              dapat lebih mudah, efektif dan efisien,” ucapnya.

              Ida menyatakan bahwa BSU pada 2021 sedikit berbeda dengan BSU 2020 lalu. Besaran Bantuan
              subsidi gaji/upah tahun ini adalah sebesar Rp 500 ribu per bulan selama dua bulan yang akan
              diberikan sekaligus sebesar Rp 1 juta kepada pekerja/buruh yang memenuhi persyaratan. Ida
              juga menyatakan bahwa data calon penerima bantuan bersumber dari data kepesertaan BPJS
              Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
              kriteria dan persyaratan yang ditentukan oleh Permen Nomor 16 Tahun 2021. Kemudian data




                                                           467
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473