Page 50 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 50
Judul Peningkatan Kapasitas Nakes Cegah Risiko Terpapar Covid-19
Nama Media Koran Jakarta
Newstrend Webinar Emergency and Response in COVID-19 Pandemic Setting
Halaman/URL Pg2
Jurnalis G-1
Tanggal 2021-08-02 04:49:00
Ukuran 151x93mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 15.100.000
News Value Rp 45.300.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Pelatihan sangadah besar urgensinya karena
bertujuan meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan
masa pandemi
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Ini akan dapat memberi nilai tambah besar
dan berkontribusi positif dalam langkah kita menghadapi pandemi Covid-19
positive - Daeng M Faqih (Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)) Dengan
mengedepankan standar keamanan tertinggi, para dokter akan menjaga sejauh mungkin dari
risiko terinfeksi yang dapat berakibat kematian
Ringkasan
Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) penting dalam penanganan pandemi Covid-19.
Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam Webinar
Emergency and Response in Covid-19 Pandemic Setting, di lakarta, Sabtu (31/7). Dia menilai,
nakes yang memiliki kapasitas mampu menurunkan risiko terinfeksi dalam penanganan pandemi.
"Pelatihan sangadah besar urgensinya karena bertujuan meningkatkan kapasitas para tenaga
kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan masa pandemi" ujarnya.
PENINGKATAN KAPASITAS NAKES CEGAH RISIKO TERPAPAR COVID-19
JAKARTA - Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) penting dalam penanganan
pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah,
dalam Webinar Emergency and Response in Covid-19 Pandemic Setting, di lakarta, Sabtu (31/7).
Dia menilai, nakes yang memiliki kapasitas mampu menurunkan risiko terinfeksi dalam
penanganan pandemi. "Pelatihan sangadah besar urgensinya karena bertujuan meningkatkan
kapasitas para tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan masa pandemi" ujarnya.
49

