Page 53 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 53
Judul PEKERJA ANAK DALAM IMPITAN EKONOMI DAN PANDEMI
Nama Media Kompas
Newstrend Pekerja Anak
Halaman/URL PgA
Jurnalis MB DEWI PANCAWATI
Tanggal 2021-08-02 04:41:00
Ukuran 451x364mmk
Warna Warna
AD Value Rp 678.755.000
News Value Rp 3.393.775.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Pekerja anak sebagai salah satu indikator hilangnya masa kanak-kanak masih menjadi masalah
yang memprihatinkan. Karena suatu keadaan, anak-anak kehilangan masa kanak-kanak yang
seharusnya dilalui dengan penuh kebahagiaan. Dalam catatan lembaga sosial Save the Children,
pekerja anak di Indonesia termasuk kategori rendah (5-<20). Persentasenya yang stagnan di
kisaran angka 6,9 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan tidak adanya
kemajuan dalam menuntaskan persoalan ini.
PEKERJA ANAK DALAM IMPITAN EKONOMI DAN PANDEMI
Pekerja anak sebagai salah satu indikator hilangnya masa ka-nak-kanak masih menjadi masalah
yang memprihatinkan. Karena suatu keadaan, anak-anak kehilangan masa kanak-kanak yang
seharusnya dilalui dengan penuh kebahagiaan.
Dalam catatan lembaga sosial Save the Children, pekerja anak di Indonesia termasuk kategori
rendah (5-<20). Persentasenya yang stagnan di kisaran angka 6,9 persen dalam kurun waktu
lima tahun terakhir menunjukkan tidak adanya kemajuan dalam menuntaskan persoalan ini.
Jika merujuk pada data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakemas) 2019, tren pekerja anak
sebenarnya menunjukkan penurunan dari angka 9,43 persen (2012) menjadi 5,99 persen (2015).
Namun, capaian keberhasilan tahun 2015 itu tak bertahan lama karena kemudian merangkak
naik kembali hingga berada di kisaran 7,05 persen di tahun 2018 dan turun kembali sebesar 0,7
persen menjadi 6,35 persen tahun 2019, atau berjumlah sekitar 2,3 juta anak.
Namun, tanda-tanda membaiknya persentase pekerja anak ini kemudian diterpa gelombang
pandemi Covid-19. Akibatnya, banyak anak yang terpaksa membantu orangtua mencari
tambahan penghasilan karena perekonomian keluarga terdampak pandemi.
Hal ini tergambar dalam survei pekerja anak yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI) tahun 2020 di 9 provinsi, 20 kabupaten/kota. Dari hasil wawancara dengan orangtua,
ditemukan 69,2 persen anak membantu perekonomian orangtua sebagai dampak dari pandemi.
52

