Page 58 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 58

tidak terpakai dan dikembalikan ke lessor. Tentu saja pengembalian pesawat ke lessor sebelum
              jatuh  tempo  ini  juga  mempunyai  konsekuensi  tertentu,  sesuai  dengan  perjanjian  antara
              maskapai dan lessor



              Ringkasan

              Grup  Lion  Air  terpaksa  merumahkan  25-35%  karyawan  atau  hingga  sekitar  8.000  karyawan
              untuk sementara waktu di tengah belum pulihnya industri penerbangan. Kendati demikian, grup
              usaha yang dibentuk Rusdi Kirana itu memandang bisnis ini ke depan tetap prospektif dan bakal
              menjadi sentra pertumbuhan perekonomian yang kuat.



              GRUP LION AIR RUMAHKAN 35% KARYAWAN

              Grup  Lion  Air  terpaksa  merumahkan  25-35%  karyawan  atau  hingga  sekitar  8.000  karyawan
              untuk sementara waktu di tengah belum pulihnya industri penerbangan. Kendati demikian, grup
              usaha yang dibentuk Rusdi Kirana itu memandang bisnis ini ke depan tetap prospektif dan bakal
              menjadi sentra pertumbuhan perekonomian yang kuat.

              "Grup Lion Air mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan, status
              tidak PHK, menurut beban kerja di unit masing-masing, yaitu kurang lebih persentase 25-35%
              karyawan dari 23.000 karyawan," kata Corporate Communications Grup Lion Air Danang Mandala
              Prihantoro dalam pernyataan resminya dikutip pada Minggu (1/8).

              Dia menambahkan, selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan
              bagian masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

              "Keputusan  berat  tersebut  diambil  bertujuan  utama  sebagai  konsentrasi  efektif  dan  efisien,
              sejalan upaya mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga,
              merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi
              di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi
              Covid-19," ungkap Danang.

              Grup  Lion  Air,  kata  Danang,  masih  terus  memantau,  mengumpulkan  data  dan  informasi,
              mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan rancangan penyusunan cetak biru dan
              langkah  lainnya  yang  akan  diambil  guna  tetap  menjaga  kelangsungan  hidup  perusahaan
              sekaligus meminimalisasi beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.

              Danang mengatakan, Grup Lion Air tetap beroperasi secara bertahap, rata-rata mengoperasikan
              10-15% dari kapasitas normal sebelum pandemi Covid-19 yang rata-rata 1.400 penerbangan per
              hari.

              "Kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi,
              terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-
              rute  penerbangan  tertentu,  serta  biaya-biaya  harus  ditanggung  masih  cukup  besar,"  sebut
              Danang.

              Lebih lanjut, jelas dia, Grup Lion Air sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan
              di  seluruh  lini  bisnis  yang  berdampak  secara  keseluruhan.  Skema  pemulihan  ditempuh guna
              menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat.

              "Kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan sehingga mengakibatkan
              jumlah frekuensi terbang faktanya juga menurun," papar dia.

                                                           57
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63