Page 415 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 415
Judul Buruh Penerima Bantuan Ditambah jadi 15,7 Juta
Nama Media mediaindonesia.com
Newstrend Santunan Pegawai Swasta
Halaman/URL https://mediaindonesia.com/read/detail/335496-buruh-penerima-
bantuan-ditambah-jadi-157-juta
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-08-10 17:40:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) Pemerintah menggunakan data BPJS
Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian bantuan subsidi karena dinilai paling akurat dan
lengkap sehingga akuntabel dan valid. Kendati demikian, kami tetap akan mendapatkan
pendampingan langsung dari kepolisian, kejaksaan agung, BPK, BPKP dan tentu saja KPK
positive - Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) Saya juga minta para pekerja apenerima subsidi
upah dapat menggunakan uang yang mereka terima untuk belanja produk-produk dalam negeri,
produk-produk UMKM kita
Ringkasan
Pemerintah memutuskan untuk menambah jumlah penerima manfaat subsidi upah, dari semula
13,8 juta pekerja menjadi 15,7 juta pekerja. Dengan penambahan tersebut, dana yang akan
digelontorkan pun meningkat dari Rp33,1 triliun menjadi Rp37,7 triliun.
BURUH PENERIMA BANTUAN DITAMBAH JADI 15,7 JUTA
PEMERINTAH memutuskan untuk menambah jumlah penerima manfaat subsidi upah, dari
semula 13,8 juta pekerja menjadi 15,7 juta pekerja. Dengan penambahan tersebut, dana yang
akan digelontorkan pun meningkat dari Rp33,1 triliun menjadi Rp37,7 triliun.
Saat ini, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan tengah melakukan validasi data para pekerja
yang terdaftar di dalam program jaminan sosial tersebut.
"Pemerintah menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian bantuan
subsidi karena dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid. Kendati demikian,
kami tetap akan mendapatkan pendampingan langsung dari kepolisian, kejaksaan agung, BPK,
BPKP dan tentu saja KPK," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah di Kantor Presiden, Jakarta,
Senin (10/8).
414

