Page 420 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 420
Bersamaan dengan peningkatan jumlah penerima subsidi upah, anggaran juga meningkat dari
semula Rp33,1 triliun menjadi Rp37,7 juta triliun untuk keseluruhan program ini. Ida mengatakan
saat ini data pekerja yang menerima sudah diidentifikasi dan divalidasi oleh BP Jamsostek.
Hal ini dilakukan dengan melihat kriteria dan persyaratan yang sudah dipenuhi oleh peserta BP
Jamsostek yang menjadi calon penerima subsidi upah. Ida menyampaikan ada enam syarat yang
harus dipenuhi calon penerima subsidi upah.
Pertama, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda
Penduduk (KTP). Kedua, terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang masih aktif di program
kepesertaan.
Ketiga, peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi pekerja di bawah
Rp5 juta sesuai yang dilaporkan ke BP Jamsostek. Keempat, memiliki rekening bank yang masih
aktif.
Kelima, tidak masuk dalam peserta penerima manfaat Kartu Prakerja. Keenam, peserta
membayar iuran sampai Juni 2020. Sebab, peserta terpilih merujuk pada data kepesertaan per
tanggal 30 Juni 2020.
"BPJS Ketenagakerjaan (sekarang BP Jamsostek) mengenai kebenaran data dan manfaat kepada
buruh dan pekerja," katanya.
Lebih lanjut, Ida menyatakan pemberian subsidi upah akan diberikan melalui transfer langsung
ke rekening peserta yang aktif. Untuk pencairan akan dilakukan sebanyak dua bulan sekali.
"Total Rp2,4 juta yang diberikan dua bulan sekai, artinya satu kali pencairan sebesar Rp1,2 juta,"
terangnya.
Ia menyatakan pemerintah menggunakan data kepesertaan BP Jamsostek karena dinilai paling
akurat, akuntabel, dan valid untuk program ini. Selain itu, ia merupakan apresiasi kepada peserta
yang sudah patuh untuk membayar dan mengikuti program kepesertaan BP Jamsostek.
Editor: Hendra Wijaya.
419

