Page 424 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 424

positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Harapan saya kepada teman-teman pekerja
              yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk membeli produk-
              produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah menambah penerima manfaat
              subsidi upah bertambah menjadi 15.725.232 orang, dari yang semula hanya 13.870.496 orang
              dengan total anggaran mencapai Rp37,7 triliun.



              OGAH PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTAL III MINUS LAGI, PENERIMA INSENTIF
              RP600 RIBU DITAMBAH 1,9 JUTA JADI 15,7 JUTA PEKERJA

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah menambah penerima manfaat
              subsidi upah bertambah menjadi 15.725.232 orang, dari yang semula hanya 13.870.496 orang
              dengan total anggaran mencapai Rp37,7 triliun.

              "Berdasarkan hasil koordinasi kementerian dan lembaga diputuskan untuk memperbanyak yang
              mendapat  manfaat  menjadi  15.725.232  orang  dari  yang  semula  hanya  13.870.496  orang,
              dengan  demikian  anggaran  bantuan  pemerintah  untuk  subsidi  upah  mengalami  kenaikan
              menjadi Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun," kata Ida dalam konferensi pers di Kantor Presiden,
              Jakarta, Senin (10/8/2020).

              Jumlah penerima subsidi upah ini, naik sekitar 1,9 juta dari rencana sebelumnya sebanyak 13,8
              juta  pekerja.  Sebelumnya,  Ketua  Pelaksana  Komite  Penanganan  COVID-19  dan  Pemulihan
              Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi gaji
              bagi pekerja formal dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan, yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan.
              Insentif upah ini disalurkan pada kuartal III 2020, yang berarti selambat-lambatnya September
              2020.

              Bantuan  subsidi penerimaan  ini  merupakan  stimulus  terbaru  dari pemerintah  yang  ditujukan
              kepada pekerja formal dengan kriteria gaji di bawah Rp5 juta, terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,
              dan bukan pegawai BUMN atau Aparatur Sipil Negara (ASN). "Adapun pekerja atau buruh yang
              mendapat bantuan harus memenuhi syarat sebagai berikut yaitu Warga Negara Indonesia yang
              dibuktikan  dengan  Nomor  Induk  Kependudukan  (NIK),  anggota  BPJS  Ketenagakerjaan  yang
              dibuktikan  dengan  kartu  kepersertaan  dan  peserta  aktif  yang  membayar  iuran  dihitung
              berdasarkan  upah  di  bawah  Rp5  juta  sesuai  dengan  upah  yang  dilaporkan  ke  BPJS
              Ketenagakerjaan," tambah Ida.

              Selanjutnya pekerja sektor formal itu harus memiliki rekening bank yang aktif dan tidak termasuk
              peserta penerima manfaat Kartu Pra Kerja dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan sampai
              Juni 2020. "Nantinya penyaluran subsidi upah dilakukan dengan memindahbukukan dari bank
              penyalur subsidi ke rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang ada
              di Himbara," ungkap Ida.

              Mekanisme subsidi upah tersebut, menurut Ida, diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar
              Rp600  ribu/bulan  sehingga  totalnya  para  pekerja  mendapat  Rp2,4  juta  dalam  4  bulan  yang
              diberikan setiap 2 bulan sekali artinya sekali pencairan subsidi adalah sebesar Rp1,2 juta.

              "Untuk data calon penerima upah bersumber data BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan validasi
              dan verifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyarakat yang ditentukan. BPJS


                                                           423
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429