Page 429 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 429

akses kepada KPK untuk melihat data penerima subsidi upah sebagai bentuk pendampingan
              hukum program tersebut.


              KPK MINTA AKSES DATA PENERIMA SUBSIDI UPAH UNTUK LAKUKAN
              PENDAMPINGAN

              Kalau ada penyempurnaan kami akan lakukan di level teknis karena database-nya sudah cukup
              andal    Jakarta  -  Deputi  Pencegahan  KPK  Pahala  Nainggolan  meminta  Kementerian
              Ketenagakerjaan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan
              akses kepada KPK untuk melihat data penerima subsidi upah sebagai bentuk pendampingan
              hukum program tersebut.

              "Kami  minta  kerja  sama  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk
              mengizinkan  tim  kami  melihat  data  termasuk  mengambil  contoh  per  wilayah  dari  beberapa
              perusahaan untuk meyakinkan bahwa yang dituju adalah penerima yang tepat," kata Pahala
              dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

              Pahala  menyampaikan  hal  tersebut  dalam  konferensi  pers  bersama  dengan    Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

              Pemerintah akan memberikan subsidi upah bagi pekerja formal dengan upah di bawah Rp5 juta
              per bulan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang akan disalurkan pada kuartal
              III 2020 atau selambat-lambatnya September 2020.

              Berdasarkan  data  yang  sudah  dikumpulkan  oleh  BPJS  Ketenagakerjaan,  jumlah  penerima
              manfaat bertambah menjadi 15.725.232 orang dari yang semula ditargetkan 13.870.496 orang
              sehingga anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah juga mengalami kenaikan menjadi
              Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun.

              "Begitu kami dengar ada program ini, kebetulan saat program kartu prakerja kami sudah sempat
              lihat data di BPJS Ketenagakerjaan dan kami percaya  database  ini sebenarnya memang bisa
              saja ada penyempurnaan di sana sini," ungkap Pahala.

              Namun, Pahala meyakini program tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuannya.

              "Kami siap membantu agar program ini berjalan. Kalau ada penyempurnaan kami akan lakukan
              di level teknis karena  database  -nya sudah cukup andal," tambah Pahala.

              Menurut  Ida,  Kementerian  Ketenagakerjaan  sudah  membentuk  tim  koordinasi  pelaksanaan
              dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan mendapat pendampingan langsung dari Polri, Kejaksaan
              Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
              (BPKP), KPK, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Keuangan.

              "Kami minta pendampingan aparat hukum kepolisian, Kejaksaan Agung, BPK, BPKP, KPK, untuk
              meyakinkan  kami  sebagai  kuasa  pengguna  anggaran  agar  program  tepat  sasaran  dan  uang
              setelah verifikasi dilakukan akan ditransfer langsung ke rekening penerima program, jadi tidak
              mampir ke mana-mana lagi dan tentu ini diperlukan validasi data dengan baik," kata Ida.

              Menurut Agus Susanto, BPJS Ketenagakerjaan juga sudah memiliki sistem  real time  dalam
              pengumpulan nomor rekening tersebut.

              "Sudah terkumpul 700 ribu rekening di kita, dalam 1 hari ini kami yakin mendekati angka 1 juta
              rekening. Kami minta kerja sama seluruh HRD tolong kumpulkan nomor-nomor rekening tersebut
              dan pastikan penerimanya adalah pekerja yang di bawah Rp5 juta," tambah Agus.


                                                           428
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434