Page 425 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 425

Ketenagakerjaan bertanggung jawab terhadap kebenaran data subsidi upah yang diberikan ke
              buruh," kata Ida.
              Menurut Ida, pemerintah memutuskan untuk menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan karena
              dinilai  paling  akurat  dan  lengkap  sehingga  akuntabel  dan  valid.  "Subsidi  upah  ini  diberikan
              pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada pekerja atau buruh yang terdaftar dan aktif
              membayar  iuran  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  dimaksudkan  sebagai  momentum  untuk
              meningkatkan keanggotaan Jamsostek," tambah Ida.

              Data 15.725.232 orang yang dinilai layak mendapat subsidi upah itu, menurut Ida, adalah data
              per  30  Juni  2020.  "Pekerja  bisa  berasal  dari  bidang  pekerjaan  apa  saja,  tidak dibatasi  yang
              penting  peserta  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  dimiliki  upah  di  bawah  Rp5  juta,  jadi  tidak  ada
              pernyaratan bidang pekerjaannya," ungkap Ida.

              Kementerian Ketenagakerjaan juga sudah membentuk tim koordinasi pelaksanaan dengan BPJS
              Ketenagakerjaan dengan mendapat pendampingan langsung dari Polri, Kejaksaan Agung, Badan
              Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan KPK,
              Kementerian  Koordinator  Perekonomian  dan  Kementerian  Keuangan  "Harapan  saya  kepada
              teman-teman pekerja yang akan menerima program ini, saya minta belanjakanlah uang ini untuk
              membeli produk-produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita," ungkap Ida.

              Sebelumnya, pemerintah sudah menyalurkan bantuan pengaman sosial bagi berbagai lapisan
              masyarakat,  seperti  Program  Keluarga  Harapan,  Kartu  Sembako,  Bantuan  Langsung  Tunai,
              Bantuan  Langsung  Tunai  Dana  Desa,  subsidi  bunga  UMKM,  yang  menyasar  masyarakat
              berpenghasilan  rendah  dan  terdampak  pandemi  COVID-19  yang  menyasar  29  juta  keluarga
              paling miskin, atau sekitar 120 juta penduduk Indonesia yang paling miskin.











































                                                           424
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430