Page 458 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 458

Judul               Beri Bantuan Tunai Rp600 Ribu, Ini Alasan Pemerintah Gunakan Data
                                    BPJS
                Nama Media          24berita.com
                Newstrend           Santunan Pegawai Swasta
                Halaman/URL         http://www.24berita.com/bisnis/beri-bantuan-tunai-rp600-ribu-ini-
                                    alasan-pemerintah-gunakan-data-bpjs/349564-berita
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-08-10 17:04:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Pemerintah  akan  memberi  subsidi  upah  untuk  pekerja  yang  gajinya  di  bawah  5  juta  rupiah
              dengan nilai Rp600 ribu per bulan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meyakinkan  BPJS
              Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi kepesertaan agar bantuan bisa tepat sasaran.

              "Pemerintah  menggunakan  data  BPJS  Ketenagakerjaan  sebagai  dasar  pemberian  bantuan
              subsidi, secara cepat dan tepat sasaran. Karena saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling
              akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid," kata Ida dalam jumpa pers  daring  , Senin
              10 Agustus 2020.



              BERI BANTUAN TUNAI RP600 RIBU, INI ALASAN PEMERINTAH GUNAKAN DATA
              BPJS

              Pemerintah  akan  memberi  subsidi  upah  untuk  pekerja  yang  gajinya  di  bawah  5  juta  rupiah
              dengan nilai Rp600 ribu per bulan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meyakinkan  BPJS
              Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi kepesertaan agar bantuan bisa tepat sasaran.

              "Pemerintah  menggunakan  data  BPJS  Ketenagakerjaan  sebagai  dasar  pemberian  bantuan
              subsidi, secara cepat dan tepat sasaran. Karena saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling
              akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid," kata Ida dalam jumpa pers  daring  , Senin
              10 Agustus 2020.

              Menaker menyampaikan, kebijakan subsidi upah ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada
              para pekerja atau buruh yang sudah terdaftar dan aktif membayar BPJS Ketenagakerjaan. Selain
              itu juga untuk menarik lebih banyak lagi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

              "Juga dimaksudkan sebagai momentum, untuk meningkatkan kepesertaan Jamsostek, sebagai
              bagian dari upaya, transformasi menuju Indonesia maju," ujar Ida.

              Ida  mengingatkan,  data  penerima  bantuan  subsidi  upah  ini  diambil  dari  data  BPJS
              Ketenagakerjaan dengan batas waktu pengambilan data per tanggal 30 Juni 2020. Sehingga

                                                           457
   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463