Page 478 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 478

MASIH ADA PERUSAHAAN BELUM LAPOR UPAH ASLI PEKERJA PENERIMA SUBSIDI
              GAJI
              Merdeka.com  -    Direktur  Utama  BPJS  Ketenagakerjaan  atau  BP  Jamsostek  Agus  Susanto
              menjelaskan calon penerima bantuan subsidi gaji dari seluruh sektor industri. Namun saat ini,
              masih  ada  beberapa  perusahaan  yang  belum  melaporkan  seluruh  peserta  terkait  upah
              sebenarnya.

              "Kami sisir, kami dapat data baru kami sampaikan kepada perusahaan. Memang kami sadari ada
              beberapa perusahaan yang belum laporkan seluruh peserta atau karyawan dan tidak melaporkan
              upah  sebenarnya.  Saat ini  adalah  waktu  yang  tepat  untuk kita  melakukan  pembenahan  dan
              transformasi," kata Agus dalam siaran teleconfernce, Senin (10/8).

              Untuk itu, dia meminta agar perusahaan bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan agar
              proses pemberian bantuan tepat sasaran. "Kita harus patuh dan taat hukum, sehingga kami
              minta seluruh perusahaan untuk pastikan bahwa yang diberikan sesuai dengan upah," imbuhnya.
              Saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan nomor rekening para penerima bantuan. Data tersebut
              berasal dari para perusahaan dan HRD yang melaporkan. "Kami sedang kumpulkan untuk dorong
              para perusahaan dan HRD untuk segera laporkan rekening bank kepada BPJS agar kami punya
              waktu untuk validasi berikutnya," ungkap Agus.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah akan menambah
              jumlah penerima bantuan subsidi upah kepada para tenaga kerja formal yang tercatat pada BPJS
              Ketenagakerjaan. Penerima yang sebelumnya diberikan hanya sekitar 13,8 juta kini jadi 15,7
              juta pekerja.

              "Kami bersepakat, jumlah calon penerima ditingkatkan, menjadi 15.725.232 orang dari semula
              13.870.496  orang  dengan  demikian  anggaran  bantuan  pemerintah  untuk  subsidi  upah  ini
              mengalami kenaikan menjadi, Rp 37,7 triliun dari semula, Rp 33,1 triliun," kata Ida dalam siaran
              teleconference, Senin (10/8).

              Dia  menjelaskan  para  tenaga  kerja  dan buruh  yang  mendapatkan  bantuan  harus  memenuhi
              persyaratan.  Pertama  yaitu  Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  dan  terdaftar  peserta  BPJS
              Ketenagakerjaan.
              "Dibuktikan dengan noker kartu kepesertaan, dan peserta membayar iuran dengan besaran iuran
              yang  dihitung  berdasarkan  upah  di  bawah  5  juta  sesui  upah  yang  dilaporkan  kepada  BPJS
              ketenagakerjaan," imbuhnya. [azz].
























                                                           477
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483