Page 474 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 474

Namun, dari data tersebut tidak termasuk pekerja di induk perusahaan BUMN, lembaga negara,
              atau  pekerja  di  instansi  pemerintah.  Melainkan  dikhususkan  untuk  pekerja  yang  layak
              mendapatkan subsidi upah yakni non ASN.

              Kendati  begitu,  Agus  mendapatkan  kesulitan  lain  yakni  beberapa  perusahaan  belum
              melampirkan nomor rekening peserta.

              "Oleh karena itu BP Jamsostek sejak Sabtu (8/8/2020) kemarin telah menginformasikan kepada
              perusahaan untuk melengkapi nomor-nomor rekening  pekerja  yang gajinya di bawah Rp 5
              juta," pungkasnya.

              " di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020  Sebelumnya,
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  penerima  program  subsidi  gaji  untuk
              pekerja  terdampak Covid-19 dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta naik menjadi menjadi 15,7
              juta  pekerja.  Sebelumnya,  pemerintah  menargetkan  13,8  juta  pekerja  dapat  subsidi  upah
              tersebut.
              "Hasil  rapat  dengan  Kementerian  dan  Lembaga  disepakati  bahwa  untuk  memperbanyak
              masyarakat  yang  akan  mendapatkan  bantuan  pemerintah  ini,  maka  jumlah  calon  penerima
              ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang yang semula hanya 13.870.496 orang," kata Ida dalam
              Pengumuman Program Bantuan Subsidi Upah Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/8/2020).
              Lanjut  Ida,  dengan  demikian  anggaran  bantuan  pemerintah  subsidi  upah  mengalami
              peningkatan menjadi Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun.

              Data penerima bantuan subsidi upah ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan batas
              waktu  pengambilan  data  sampai  dengan  30  Juni  2020  ,sehingga  hanya  peserta  yang  telah
              terdaftar pada batas waktu tersebut dan memenuhi persyaratan.

              Dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan itu telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS
              Ketenagakerjaan  sesuai  kriteria  dan  persyaratan  yang  ditentukan.  Sehingga  BPJS
              Ketenagakerjaan bertanggung jawab mutlak mengenai kebenaran data penerima manfaat yang
              diberikan kepada  pekerja  atau buruh.

              "Saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan
              valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat, dan
              tepat sasaran," ujarnya.

              Oleh karena itu, Pemerintah perlu memberi apresiasi kepada  pekerja  atau buruh yang sudah
              terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

              "Hal  ini  juga  menjadi  momentum  untuk  meningkatkan  kepesertaan  jaminan  sosial
              ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya transformasi menuju Indonesia Maju," pungkasnya.



















                                                           473
   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479