Page 472 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 472
apakah bantuan tersebut cukup untuk bertahan hidup di tengah pandemi COVID-19? Berikut
fakta-faktanya.
Perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menilai cukup atau tidaknya bantuan Rp
600 ribu tersebut tergantung kondisi si penerimanya. Tapi yang jelas itu akan membantu daya
beli mereka.
"Kalau misalnya mereka masih gajian mestinya sih tambahan uang bantuan Rp 600 ribu sangat
membantu sekali, kenapa? Karena mereka dapat tambahan penghasilan yang selama ini masih
punya atau masih ada, sehingga mereka bisa mengkonsumsi lebih banyak," kata dia saat
dihubungi, Minggu (9/8/2020).
Bagi pegawai yang penghasilannya dikurangi akibat pandemi COVID-19 atau dirumahkan tanpa
digaji, bantuan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanannya.
Eko menilai ada pos-pos pengeluaran yang harus diprioritaskan dan keperluan yang
dikesampingkan. Yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan hidup sehari-hari. Jika ada sisa
bisa buat membayar utang dan berinvestasi.
"Jadi yang penting adalah yang pertama mereka harus mengalokasikan uang Rp 600.000 tadi
sesuai dengan prioritas utama mereka. Misalnya digunakan untuk kebutuhan utama mereka,"
kata dia.
Tapi uang tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya bisa
ditunda, misalnya saja untuk membeli sepeda. Dapat dipastikan bantuan Rp 600.000 tidak akan
cukup bila untuk hal semacam itu.
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan jumlah pekerja yang menerima bantuan Rp 600 ribu
per bulan. Jumlah anggaran yang disiapkan pun juga meningkat.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan jumlah penerima bantuan subsidi upah bagi
pekerja upah atau buruh dalam rangka penanganan dampak COVID-19 menjadi 15.725.232
orang. Anggarannya pun naik menjadi Rp 37,7 triliun.
"Berdasarkan hasil rapat dengan kementerian dan lembaga untuk memperbanyak masyarakat
yang akan mendapat bantuan pemerintah ini, kami bersepakat jumlah calon penerima
ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang yang semula hanya 13.870.496 orang. Dengan demikian
maka anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah ini mengalami kenaikan menjadi Rp 37,7
triliun dari semula 33,1 triliun," terangnya dalam konferensi pers virtual, Senin (10/8/2020).
471

