Page 589 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 589

Menurutnya,  akurasi  validasi  data  pekerja/buruh  sangat  penting  karena  ketepatan  sasaran
              program  ini  bergantung  dari  verifikasi  data  yang  dilakukan  oleh  BPJS  Ketenagakerjaan.
              Ekspektasi publik dinilainya sangat luar biasa, sehingga program subsidi ini harus benar-benar
              diterima oleh pekerja/buruh yang memenuhi persyaratan.

              Katanya,  berdasarkan  hasil  rapat  dengan  Kementerian/Lembaga,  disepakati  untuk
              memperbanyak masyarakat yang akan mendapatkan bantuan ini, maka jumlah calon penerima
              ditingkatkan  menjadi  15.725.232  orang  dari  yang  semula  hanya  13.870.496  orang.  "Dengan
              demikian maka anggaran bantuan pemerintah subsidi upah ini mengalami peningkatan menjadi
              Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun," ucapnya.

              Untuk  mengawasi  pelaksanaan  bantuan  supaya  tepat  sasaran,  pemerintah  mendapatkan
              pendampingan dari Kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK, BPK dan BPKP.

              Menurut  Direktur  Utama  BPJS  Ketenagakerjaan,  Agus  Susanto,  pihaknya  menyambut  baik
              program bantuan subsidi upah yang dilakukan pemerintah. Agus menganggap, program tersebut
              menjadi  nilai  tambah  bagi  pekerja  yang  terdaftar  sebagai  peserta  aktif  BPJamsostek,  selain
              mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk kecelakaan kerja, kematian, hari tua,
              dan  juga  jaminann  pensiun.  "BP  Jamsostek  menyatakan  kesiapannya  dalam  mendukung
              program penerima subsidi upah ini, dan saat ini BP Jamsostek siap menjalankan tugas amanah
              ini dan kami akan menyiapkan data sebagaimana dipersyaratkan," kata Agus.

              Nantinya, sambung Agus, dari data yang ada, pihaknya akan menyisir peserta aktif atau pekerja
              formal  yang  upahnya  di  bawah  Rp5  Juta  per  bulan  berdasarkan  data  upah  pekerja  yang
              dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

              (*/arl).












































                                                           588
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594