Page 593 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 593
NUNGGAK IURAN JAMSOSTEK, TAK DAPAT SUBSIDI GAJI RP 2,4 JUTA!
Pemerintah menambah syarat bagi penerima subsidi gaji pekerja yaitu sudah membayar iuran
BP Jamsostek terakhir Juni 2020. Program subsidi gaji ini yang akan mulai September 2020
diperuntukkan bagi pekerja yang terdaftar dan membayar iuran bagi mereka yang bergaji di
bawah Rp 5 juta.
Menaker Ida Fauziyah mengatakan pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan harus
memenuhi persyaratan, pertama WNI, dibuktikan dengan NIK. Selain itu, terdaftar sebagai
peserta BPJS ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang aktif, yang dibuktikan dengan nomor kartu
kepesertaan.
"Dan peserta bayar iuran berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang dilaporkan ke
BPJS Ketenagakerjaan, persyratan lainnya punya rekening bank dan tidak termasuk peserta
manfaat kartu pra kerja dan membayar iuran sampai bulan Juni 2020," kata Ida dalam konpers
di Istana, Jakarta, Senin (10/8)Ia mengatakan subsidi upah ini dalam rangka mendukung
percepatan pemulihan ekonomi nasional, juga bertujuan melindungi dan meningkatkan
kemampuan ekonomi buruh selama masa pandemi covid-19.
"Proses penyaluran berupa subsidi upah oleh bank penyalur dilakukan memindahbukukan dari
bank penyalur ke rekening penerima bantuan pemerintah melali bank-bank BUMN yang
terhimpun dalam Himbara," katanya.
Ia mengatakan mekanisme penyaluran diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar 600 ribu
per bulan selama 4 bulan kalau ditotal Rp 2,4 juta yang akan diberikan setiap 2 bulan sekali.
"Artinya satu kali pencairan subsidi sebesar Rp 1,2 juta. untuk data calon penerima bantuan
upah bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan verifikasi ketenagakerjaan sesuai
kriteria yang ditentukan," katanya.
(hoi/hoi).
592

