Page 633 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 633
Judul Deretan Fakta Karyawan Swasta Terima BLT Rp 2,4 Juta
Nama Media kompas.com
Newstrend Santunan Pegawai Swasta
Halaman/URL https://money.kompas.com/read/2020/08/10/115626426/deretan-
fakta-karyawan-swasta-terima-blt-rp-24-juta
Jurnalis Muhammad Idris
Tanggal 2020-08-10 11:56:26
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pemerintah berencana memberikan bantuan Rp 600 ribu bagi para pegawai yang bekerja di
sektor swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Skema ini masuk ke dalam program Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN). Insentif tersebut diberikan selama 4 bulan, mulai September hingga
Desember 2020 dengan besaran Rp 600 ribu per bulan. Hal itu dibenarkan oleh Menteri
Keuangan Sri Mulyani, bahwa pemerintah sedang mengkaji rencana pemberian insentif tersebut,
dan akan menelan dana sebesar Rp 31,2 triliun.
DERETAN FAKTA KARYAWAN SWASTA TERIMA BLT RP 2,4 JUTA
JAKARTA, - Pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp 600.000 per bulan bagi para
pekerja non-PNS dan BUMN yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Pemberian gaji tambahan ini
direncanakan mulai September 2020.
BLT tersebut nantinya akan diterima per bulan mulai September selama 4 bulan untuk karyawan
swasta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan atau yang saat ini dikenal sebagai
BP Jamsostek.
Berikut deretan fakta terkait karyawan swasta penerima bantuan BLT Rp 600.000 per bulan atau
totalnya 2,4 juta selama 4 bulan ( bantuan karyawan 600.000 ).
1. Tidak berlaku untuk BUMN dan PNS Syarat pekerja yang menerima subsidi gaji karyawan
ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan BUMN. Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang
aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara
dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.
"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini
sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,"
kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
632

