Page 634 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 634

Fokus  bantuan Rp 600.000 untuk karyawan swasta  dari pemerintah kali ini adalah untuk 13,8
              juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di
              bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

              2.  Diproses  HRD  Perusahaan  dan  BPJS  Ketenagakerjaan    Deputi  Direktur  Bidang  Hubungan
              Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan, untuk
              pendataan pekerja swasta yang menerima subsidi Rp 600.000 per bulan akan dilakukan oleh BP
              Jamsostek.

              "Jadi ini untuk pekerja penerima upah (formal) yang (terdaftar) peserta  BP Jamsostek  dengan
              upah dilaporkan dan tercatat di kami di bawah Rp 5 juta," kata Utoh.

              Setelah  penyaringan  data  pekerja  dengan  upah di  bawah  Rp  5  juta  per  bulan  rampung,  BP
              Jamsostek akan mendata nomor rekening penerima subsidi lewat perusahaan tempat bekerja.

              Dengan kata lain, pekerja yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta per bulan dan berhak jadi
              penerima subsidi, tidak diharuskan untuk mendaftarkan diri ke kantor cabang BP Jamsostek atau
              BPJS Ketenagakerjaan.

              "Kantor Cabang sekarang lagi ngumpulkan data nomor rekening peserta tersebut via HRD. Iya
              (tak perlu datang ke kantor cabang), dorong HRD-nya untuk report nomor rekening," ungkap
              Utoh.

              3.  Ditransfer  langsung  ke  rekening    Kepala  Kebijakan  Fiskal  Kementerian  Keuangan  Febrio
              Kacaribu mengatakan, pemerintah masih mengkaji skema yang tepat dalam penyaluran insentif
              tersebut. Tujuannya, untuk bisa benar-benar gaji tambahan tepat sasaran, masuk ke kantong
              karyawan.

              "Ini  bukan  masalah  besarannya,  tapi  bagaimana  uang  itu  sampai  ke  kantong  penerima.  Ini
              sedang kita pikirkan bagaimana agar seefisien mungkin (menyasar penerima)," ujar dia.

              Febrio  mengatakan,  salah  satu  kendala  dalam  merealisasikan  insentif  tersebut  adalah
              memastikan  kebenaran  data  dari  penerima  bantuan.  Menurut  dia,  data  yang  dibutuhkan  ini
              sedari awal tidak dimiliki oleh pemerintah.

              Oleh sebab itu, pemerintah kini tengah merampungkan pengumpulan data, sehingga pemberian
              insentif diharapkan bisa tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan.

              4. Untuk peningkatan daya beli  Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan
              Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, BLT tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya
              beli sehingga bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

              "Tujuan  pemerintah  menggelontorkan  bantuan  gaji  tambahan  ini  adalah  untuk  mendorong
              konsumsi  masyarakat.  Hal  ini  penting  untuk  menggerakkan  perekonomian  dan  mendorong
              pemulihan ekonomi," ujar Erick.

              Erick  menjelaskan,  program  pemulihan  ekonomi  yang  dilaksanakan  oleh  pemerintah  cukup
              banyak  namun  saling  berkesinambungan,  seperti  bantuan  sosial  tunai,  bantuan  pangan  non
              tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM.

              "Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama
              pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini
              agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit," ucap dia.

              5.  Program  dikritik    Direktur  Eksekutif  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance
              Tauhid Ahmad mengatakan, pemberian insentif kepada karyawan swasta tersebut berisiko kian
              meningkatkan kesenjangan masyarakat di akhir tahun.
                                                           633
   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638   639