Page 637 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 637

SOAL BANTUAN RP 600 RIBU PER BULAN, PKS: PEMERINTAH JANGAN PHP

              - Pemerintah berencana memberikan bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan
              kepada  para  pekerja  swasta  (non-BUMN).  Bantuan  itu  khusus  bagi  karyawan  dengan
              penghasilan di bawah Rp 5 Juta per bulan.

              Menanggapi  hal  itu,  Anggota  Komisi  IX  DPR  Kurniasih  Mufidayati  memberikan  catatan  agar
              pemerintah  juga  memberikan  perhatian  kepada  pekerja  yang  tidak  tergabung  dalam  BPJS
              Ketenagakerjaan seperti pekerja informal, pekerja outsourching, Pekerja Bukan Penerima Upah
              (PBPU) dan pekerja lain yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

              Ia  mencatat,  insentif  yang  akan  diberikan  pemerintah  tersebut  merupakan  niat  baik  untuk
              memberikan stimulan peningkatan daya beli masyarakat. Namun, kata Mufida, pemerintah harus
              punya  strategi  komprehensif  dan  tidak  parsial  dalam  membantu  para  pekerja  terdampak
              pandemi saat ini.

              "Pemerintah harus segera memberikan perhatian lebih besar terhadap masalah pengangguran
              baru dari gelombang PHK akibat pandemi, dengan mencarikan solusi agar mereka mendapat
              pekerjaan  baru  atau  tetap  memperoleh  penghasilan,"  ujar  Mufida  kepada  wartawan,  Senin
              (10/8).

              "Selain hanya menjangkau 13 juta pekerja yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan, perlu ada
              langkah  nyata  untuk  pekerja  lainnya.  Ini  harus ada  solusinya  seperti  apa?  padahal bisa  jadi
              mereka jauh lebih terpuruk," tambahnya.

              Karena itu, Mufida meminta pemerintah benar-benar menjalankan sebuah program dengan data
              yang akurat. Jangan sampai anggaran penanggulangan Covid-19 yang besar diwujudkan dalam
              sebuah program yang tidak tepat sasaran seperti kasus pelatihan kartu prakerja.

              "Ini baru usulan dan janji yang dikeluarkan pemerintah. Kita ingin tanya, insentif kepada tenaga
              kesehatan yang sudah berjuang hingga mempertaruhkan nyawa itu apa sudah terealisasi dengan
              baik? Sebaiknya jangan kerap melempar janji PHP (pemberi harapan palsu-Red) dan program
              yang kemudian tidak terealisasi dengan baik," katanya.

              Lebih lanjut, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta untuk program pemberian
              insentif  kepada  pekerja,  pemerintah  harus  melibatkan  dan  membuka  dialog  terbuka  dengan
              serikat pekerja atau buruh dan pengusaha. Dialog secara transparan ini untuk melihat program
              bantuan apa yang paling tepat diberikan kepada pekerja.

              "Jangan jadikan program ini komoditas politik untuk memuluskan RUU Cipta Kerja di kalangan
              teman-teman  pekerja.  Serikat  pekerja  sudah  banyak  memberikan  catatan  bahkan  penolakan
              terhadap  RUU  Cipta  Kerja  ini.  Fokus  berikan  bantuan  ini  kepada  seluruh  masyarakat  yang
              membutuhkan akibat kesulitan selama Pandemi. Itu harus dijaga," tuturnya.

              Sebelumnya,  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  mengungkapkan
              pemerintah siap menggodok kebijakan stimulus baru untuk menekan dampak pandemi Covid-
              19. Salah satunya adalah bantuan langsung untuk pegawai dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

              "Support untuk mereka yang bekerja sedang dimatangkan datanya, sedang disiapkan baik dari
              BPJS Ketenagakerjaan. Kalau data sudah by name, by address, by rekening sudah ketemu baru
              program ini difinalisasi," ujar Airlangga.

              Airlangga  mengungkapkan  untuk  para  pekerja  yang  terdampak  pemutusan  hubungan  kerja
              (PHK) sebanyak 2,1 juta orang berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, akan dibantu
              melalui program Kartu Prakerja lebih dulu.


                                                           636
   632   633   634   635   636   637   638   639   640   641   642