Page 664 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 664

"Syarat pertama tentu saja, WNI, yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan. Kedua,
              terdaftar  sebagai  peserta  BPJS  yang  masih  aktif  di  BPJS  Ketenagakerjaan  yang  dibuktikan
              dengan noker kartu kepesertaan membayar iuran sesuai besaran upah," ujar Ida Fauziyah via
              telekonferensi dari Kantor Presiden, Senin, (10/8/2020).

              Syarat  ketiga,  memiliki  rekening  bank  (Himbara)  yang  masih  aktif.  Keempat,  tidak termasuk
              dalam peserta penerima manfaat program kartu pra kerja. Kelima, membayar iuran BPJS hingga
              Juni 2020.

              Bantuan ini akan ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan melalui bank-bank BUMN
              yang terhimpun dalam Himbara. Mekanime penyaluran subsidi upah ini diberikan kepada pekerja
              atau buruh sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan.

              "Satu kali pencairan subsidi itu sebesar Rp1,2 juta, jadi dua kali pencairan," ujar Ida.

              Alasan  pemerintah  menggunakan  data  BPJS  Ketenagakerjaan,  ujar  Ida,  agar  bantuan  tepat
              sasaran. Data penerima bantuan subsidi upah ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan
              batas waktu pengambilan data per 30 juni 2020. Jumlah calon penerima ditingkatkan, menjadi
              15.725.232 orang dari semula 13.870.496 orang.

              "Dengan demikian, anggaran bantuan pemerintah untuk subisidi upah ini mengalami kenaikan
              menjadi Rp37,7 T dari semula Rp 33,1 T," ujar Ida.

              (*/Tempo).















































                                                           663
   659   660   661   662   663   664   665   666   667   668   669