Page 492 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 492

sebelumnya beredar surat yang menyebutkan bahwa KSPI membatalkan aksi mogok nasional.
              Dia menegaskan bahwa informasi itu hoaks.
              Terpisah,  Menteri Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  menilai  aksi  turun  ke  jalan yang
              dilakukan  serikat  buruh/  pekerja  tidak  relevan.  Pasalnya,  semua  aspirasi  yang  disampaikan
              olehmereka  telah  diakomodasi  semaksimal  mungkin  dalam  UU  Ciptaker.  Karenanya,  dia
              berharap, para pekerja/buruh mau meluangkan waktu untuk membuka kembali dan mencermati
              UU tersebut



              BURUH SERUKAN MOGOK NASIONAL, MENAKER AJAK DUDUK BERSAMA

              Para  buruh  dengan  tegas  menolak  UU  Cipta  Kerja.  Sebagai  bentuk  penolakan,  mereka  pun
              melakukan  mogok  nasional  mulai  Selasa  (6/10)  sampai  Kamis  (8/10)  besok.  Mereka  menilai
              undang-undang yang baru disahkan itu merugikan kaum buruh.

              Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S
              Cahyono mengatakan, sebelumnya beredar surat yang menyebutkan bahwa KSPI membatalkan
              aksi mogok nasional. Dia menegaskan bahwa informasi itu hoaks. "Kami tetap menggelar aksi
              mogok nasional selama tiga hari," tegasnya kepada Jawa Pos (JPG) kemarin.

              Mogok  nasional  dilakukan  sesuai  dengan  UUNo  9  Tahun  1998  tentang  Kemerdekaan
              Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UUNo 21 Tahun 2000, khususnya Pasal 4 yang
              menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan
              pemogokan.

              Selain itu, dasar hukum mogok nasional adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No
              12  tahun  2005  tentang Pengesahan  Kovenan  Internasional  tentang  Hak-Hak  Sipil  danPolitik.
              Kahar  mengatakan,  aksi  mogok  nasional  dilakukan  secara  serentak  di  berbagai  daerah.  Aksi
              tersebut  dilakukan  sebagai  bentuk  protes  terhadap  pemerintah  bersamaDPRKIyang
              mengesahkan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja menjadi undang-
              undang.

              "Sikap KSPI tidak berubah. Tetap melakukan mogok nasional, sebagai bentuk protes terhadap
              disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja," terangnya.

              KSPI  mengecam  pihak-pihak  yang  sengaja  membuat  selebaran  pembatalan  mogok  nasional
              tersebut Menurutnya, hal itu tidak lain untuk melemahkan aksi penolakan Omnibus Law. Dia
              mengimbau kepada buruh Indonesia dan elemen masyarakat yang lain untuk mendukung aksi
              tersebut.

              Kahar menegaskan, KSPI menolak tujuh poin yang ada dalam RUU tersebut Yaitu, pertama,
              terkait UMK bersyarat dan dihapusnya UMKS. Menurutnya, UMK tidak perlu bersyarat dan UMKS
              harus tetap ada. Karena UMK tiap kabupaten/kota berbeda nilainya.

              Kedua,  buruh  menolak  pengurangan  nilai  pesangon  dari  32  bulan  upah  menjadi2  5  bulan.
              Dimana 19 bulan dibayar pengusaha dan 6 bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Yang menjadi
              pertanyaan dari mana BPJS mendapat sumber dananya? Bisa dipastikan  BFFS akan bangkrut

              Ketiga, pihaknya juga menolak PKWT atau kontrak seumur hidup, outsourcing pekerja seumur
              hidup tanpa batas jenis pekerjaan, waktu kerja yang eksploitatif, hilangnya hak cuti dan hak
              upah atas cuti hilang. Cuti haid dan melahirkan bagi pekerja perempuan hilang, karena hak
              upahnya atas cuti tersebut hilang. Cuti panjang dan hak cuti panjang juga hilang. Yang terakhir,
              lanjut dia, karena karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup, maka jaminan pensiun dan
              kesehatan bagi mereka hilang.

                                                           491
   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497