Page 543 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 543

Bahkan, beberapa kalangan pengusaha telah menyiapkan sanksi kepada beberapa buruh atau
              pekerja yang ikut-ikutan melakukan aksi mogok hingga demo.
              "kita berikan sanksi, jelas-jelas engga ada alasan di dalam perusahaan yang kita berikan sanksi,"
              ujar  Ketua  Umum  Apindo  Hariyadi  Sukamdani  saat  dihubungi  Suara.com,  yang  ditulis  Rabu
              (7/10/2020).

              Adapun  sanksinya, tutur  Hariyadi,  akan diberikan  sesuai  dengan  aturan  yang  ada. Misalnya,
              diberikan surat peringatan atau tak dapat uang harian seperti uang makan.

              "Sanksinya bisa dianggap mangkir, surat peringatan dan engga dapet uang harian, kan no work
              no pay," jelas dia.

              Menurut  Hariyadi,  aksi  mogok  dan  demo  buruh  itu  sangat  merugikan  para  pekerja.  Namun
              demikian ia tak merinci berapa kerugian yang didapat pengusaha.
              "Merugikan  dong.  Ini  aksi  yang  engga  ada  kaitannya  dengan  perusahaan.  Kita  engga  tau
              perkembangannya, yang melakukan demo itu masih status bekerja atau itu adalah orang-orang
              yang tak bekerja. Saya tahu dari temen-temen engga ada yang menonjol semuanya berjalan
              dengan baik," ucap Hariyadi.

              Sebelumnya, Mulai Selasa (6/10/2020) 5 juta buruh mogok kerja nasional. Sebab DPR sudah
              mengesahkan Rancangan Undang-Undang  Cipta Kerja  jadi undang-undang, Senin (5/10/2020)
              malam kemarin.
              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (  KSPI  ) Said Iqbal mengatakan KSPI beserta 32
              Federasi serikat buruh lainnya menyatakan dengan tegas menolak  Omnibus Law  RUU Cipta
              Kerja dan akan melakukan mogok nasional dari 6 sampai 8 Oktober 2020.

              "Mogok Nasional ini akan diikuti sekitar 2 juta buruh (rencananya diikuti 5 juta buruh) di 25
              provinsi dan hampir 10 ribu perusahaan dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, seperti
              industri kimia, energi, tekstil, sepatu, otomotip, baja, elektronik, farmasi, dll," kata Said dalam
              keterangan persnya.

              Selain aksi mogok nasional, buruh juga akan mengambil tindakan strategis lainnya sepanjang
              waktu sesuai mekanisme konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku.






























                                                           542
   538   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548