Page 544 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 544
Judul Pengesahan RUU Cipta Kerja Terkesan Dipaksakan
Nama Media Analisa Daily
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg9
Jurnalis ATS
Tanggal 2020-10-07 10:24:00
Ukuran 79x132mmk
Warna Warna
AD Value Rp 12.324.000
News Value Rp 61.620.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - H Tondi RoniTua (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi
Sumatera Utara dari Fraksi Partai Demokrat) Urgensi pem-bahadan RUU ini tidak pas di tengah
situasi pandemi
negative - H Tondi RoniTua (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi
Sumatera Utara) Dampak atau implikasi dari perubahan sejumlah undang-undang yang ada
dalam omnibus law RUU Cipta Kerja, mestinya pembahasannya dituntut untuk lebih cermat, teliti
dan komprehensif
negative - H Tondi RoniTua (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi
Sumatera Utara) Dampak atau implikasi dari perubahan sejumlah undang-undang yang ada
dalam omnibus law RUU Cipta Kerja, mestinya pembahasannya dituntut untuk lebih cermat, teliti
dan komprehensif.
negative - H Tondi RoniTua (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi
Sumatera Utara) Derasnya penolakan Partai Demokrat terhadap RUU ini dipandang lelah
bergeser dari semangat nilai-nilai Pancasila. Terutama,dari sila Keadilan Sosial ke arah ekonomi
yang terlalu kapitalistik dan terlalu neo-libe-ralistik
positive - H Tondi RoniTua (Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi
Sumatera Utara) Terlebih saat ini masyarakat sedang sangat membutuhkan keberpihakan dari
negara dan pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi dewasa ini
Ringkasan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai
Demokrat H Tondi RoniTua mengungkapkan,se-luruh jajaran Partai Demokrat dengan tegas
menolak RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi undang-undang.
Tondi mengatakan sejak pembasan hingga akhirnya disahkan. Partai Demokrat menilai RUU ini
tidak memiliki kedaruratan dan terkesan dipaksakan untuk dibahas di tengah pandemi Covid-19.
543

