Page 545 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 545

"Urgensi pem-bahadan RUU ini tidak pas di tengah situasi pandemi," ungkap Tondi Roni Tua,
              Selasa (6/10) di Sibuhuan.


              PENGESAHAN RUU CIPTA KERJA TERKESAN DIPAKSAKAN

              Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi  Partai
              Demokrat H Tondi Roni Tua mengungkapkan, seluruh jajaran Partai Demokrat dengan tegas
              menolak RUU Cipta Kerja untuk disahkan menjadi undang-undang.
              Tondi mengatakan sejak pembasan hingga akhirnya disahkan. Partai Demokrat menilai RUU ini
              tidak memiliki kedaruratan dan terkesan dipaksakan untuk dibahas di tengah pandemi Covid-19.
              "Urgensi pembahasan RUU ini tidak pas di tengah situasi pandemi," ungkap Tondi Roni Tua,
              Selasa (6/10) di Sibuhuan.
              RUU Omnibus Law ini kata Tondi membahas secara luas beberapa perubahan UU bersamaan
              sekaligus (omnibus law). Perlu dicermati secara hati-hati dan mendalam karena dampak yang
              ditimbulkan dari pembahasan RUU ini sangat besar.

              "Dampak atau implikasi dari perubahan sejumlah undang-undang yang ada dalam omnibus law
              RUU Cipta Kerja, mestinya pembahasannya dituntut untuk lebih cermat, teliti dan komprehensif."
              ungkap Tondi.

              Tondi  mengatakan.  RUU  Ciptaker  berpotensi  meminggirkan  hak-hak  dan  kepentingan  kaum
              pekerja/buruh  di  negeri  kita.  Meskipun,  tujuan utama  RUU  ini diklaim akan  membuka  keran
              investasi dan lapangan pekerjaan di Indonesia.

              "Derasnya penolakan Partai Demokrat terhadap RUU ini dipandang lelah bergeser dari semangat
              nilai-nilai Pancasila. Terutama,dari sila Keadilan Sosial ke arah ekonomi yang terlalu kapitalistik
              dan terlalu neo-liberalistik,"jelas Tondi.

              Saat ini yang lebih dibutuhkan masyarakat adalah menyelamatkan jiwa manusia, memutus rantai
              penyebaran Covid-19, serta memulihkan ekonomi rakyat. "Terlebih saat ini masyarakat sedang
              sangat  membutuhkan  keberpihakan  dari  negara  dan  pemerintah  dalam  menghadapi  situasi
              pandemi dewasa ini," tandas Tondi.

              Diketahui. DPR dan pemerintah menyepakati seluruh hasil pembahasan omnibus law RUU Cipta
              Kerja. Kesepakatan itudiambil dalam rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat I RUU Cipta
              Kerja yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan. Sabtu (3/10) malam, (ats)

























                                                           544
   540   541   542   543   544   545   546   547   548   549   550