Page 588 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 588
"Aksi hari ini memang hanya diikuti teman-teman mahasiswa," katanya.
Ia mengakui pihaknya memang belum berkoordinasi dengan asosiasi buruh yang ada di Kota
Solo dan sekitarnya. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan absennya asosiasi buruh dari
aksi tersebut.
"Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap buruh dan karyawan di tanah air,"
katanya.
Terpisah, Humas Aksi Sebelas Maret Menggugat, Dafa Maulana mengingatkan bahwa Omnibus
Law Ciptaker tidak hanya berdampak kepada buruh yang bekerja di pabrik dan perusahaan
manufaktur.
"Buruh itu sebenarnya bukan buruh kasar saja. Itu juga termasuk karyawan. Mahasiswa pelajar
itu rata-rata ketika sudah lulus kita banyak yang jadi karyawan," katanya.
Ia menambahkan aksi tersebut menuntut pemerintah membatalkan Omnibus Law Ciptaker.
Menurutnya, DPR sengaja mengesahkan UU tersebut di akhir pekan saat perhatian masyarakat
terpusat pada aktivitas di rumah.
"Pengesahan ini dirasa terburu-buru, saya sadari sendiri pembahasannya malam minggu, kita
tidak tahu. Terutama para pekerja tidak tahu dan diputuskan sepihak," katanya.
Pantauan CNNIndonesia.com , aksi berjalan dengan tertib dan nyaris tanpa pengawalan polisi.
Selain empat empat personel Satlantas yang menjaga lalu lintas di depan kampus, tak tampak
satu pun petugas berseragam yang mengawal aksi tersebut. Mahasiswa pun membubarkan diri
sesaat sebelum azan maghrib.
(syd/ain).
587

