Page 586 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 586

"Ya DPR sebagai masukan, bahwa masukan-masukan itu kan biasa pro dan kontra. Yang pro
              dan kontra bukan hanya UU Cipta Kerja saja tapi seluruh produk UU ada pro dan kontranya.
              Kalau kita lihat di MK (Mahkamah Konstitusi) itu ada beberapa UU lumayan banyak," kata Azis
              kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Karena itu, politikus Partai Golkar ini menegaskan, bukan hanya UU Cipta Kerja yang menuai pro
              dan kontra di masyarakat. Bahkan, kalau melihat di sistem data MK, UU yang digugat jumlahnya
              hampir 90%.

              "Sehingga DPR sebagai masukan untuk introspeksi ke depan baik secara prosedur, baik secara
              substansi, sehingga mekanisme tata tertib itu diikuti," ujarnya.

              Soal penolakan pengesahan RUU Ciptaker yang menjadi trending topic, menurut mantan Ketua
              Komisi III DPR itu, popular tidaknya suatu itu tergantung wartawannya. UU lain juga pernah
              menjadi trending topic. Namun, DPR berusaha maksimal, bekerja secara kolektif kolegial antara
              9 fraksi yang ada.
              "Sehingga putusan ini bukan putusan personal tapi keputusan dari institusi yang bersifat kolektif
              kolegial dari sembilan partai yang ada di sini," tegas Azis.

              Adapun  penolakan  RUU  Ciptaker  yang  berimbas  pada  tingkat kepercayaan  masyarakat  pada
              DPR, kata Azis, kalau masyarakat tidak percaya tentu wakil rakyat yang dimaksud tidak akan
              dipilih lagi saat Pemilu, dan Pilkada tidak memilih partai yang tidak dipercaya masyarakat.

              "Sepanjang rakyatnya memilih di tahun 2024 dia akan masuk lagi di dalam parlemen treshold
              kan begitu. Yang menilai itu masyarakat," tuturnya.

              (Ari).










































                                                           585
   581   582   583   584   585   586   587   588   589   590   591