Page 591 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 591

Judul               Menaker: Prematur Sebut Pekerja Rentan PHK di UU Ciptaker
                Nama Media          republika.co.id
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://republika.co.id/berita/qhsaqn354/menaker-prematur-sebut-
                                    pekerja-rentan-phk-di-uu-ciptaker
                Jurnalis            Bayu Hermawan
                Tanggal             2020-10-06 21:25:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              neutral - Ida Fauziyah (Menaker) Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa menyimpulkan
              bahwa RUU Cipta Kerja ini rentan terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU Cipta Kerja ini
              justru ingin memperluas penyediaan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas perlindungan
              bagi  pekerja  atau  buruh,  utamanya perlindungan  bagi  mereka yang  mengalami  PHK  melalui
              program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

              positive - Ida Fauziyah (Menaker) Untuk memastikan bahwa perlindungan yang diinginkan dari
              Undang-Undang Cipta Kerja ini bisa dirumuskan dengan baik bersama dengan stakeholder



              Ringkasan

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  menyatakan,  prematur  jika  ada  yang
              menyimpulkan  kalau  Undang-Undang  Cipta  Kerja  akan  membuat  pekerja  rentan  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa menyimpulkan bahwa  RUU Cipta Kerja  ini rentan
              terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU Cipta Kerja ini justru ingin memperluas penyediaan
              lapangan  kerja  dan  meningkatkan  kualitas  perlindungan  bagi  pekerja  atau  buruh,  utamanya
              perlindungan bagi mereka yang mengalami PHK melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan
              (JKP)," kata Menaker Ida dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (6/10).



              MENAKER: PREMATUR SEBUT PEKERJA RENTAN PHK DI UU CIPTAKER

              JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, prematur jika ada
              yang menyimpulkan kalau Undang-Undang Cipta Kerja akan membuat pekerja rentan terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa menyimpulkan bahwa  RUU Cipta Kerja  ini rentan
              terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU Cipta Kerja ini justru ingin memperluas penyediaan
              lapangan  kerja  dan  meningkatkan  kualitas  perlindungan  bagi  pekerja  atau  buruh,  utamanya
                                                           590
   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596