Page 608 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 608

Judul               Sebut Banyak Anggapan Salah Soal UU Ciptaker, Ini Penjelasan
                                    Politikus PAN
                Nama Media          sindonews.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://nasional.sindonews.com/read/187966/12/sebut-banyak-
                                    anggapan-salah-soal-uu-ciptaker-ini-penjelasan-politikus-pan-
                                    1601993459
                Jurnalis            Abdul Rochim
                Tanggal             2020-10-06 21:08:00
                Ukuran              0

                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif


              Narasumber

              negative - Farah Putri Nahlia (Anggota Komisi I DPR) Hal ini justru positif bagi Demokrasi kita.
              Ada kritik yang membangun dalam rangka koreksi terhadap materi UU yang disahkan DPR. Hari
              ini kontroversi itu terjadi pada RUU Cipta Kerja yang kemarin disahkan oleh DPR


              Ringkasan

              DPR  bersama  pemerintah  telah  mengesahkan    Undang-Undang  Cipta  Kerja  (UU  Ciptaker).
              Namun,  pengesahan  Omnibus  Law  UU  Ciptaker  ini  mendapatkan  penolakan  dari  berbagai
              kalangan.


              SEBUT BANYAK ANGGAPAN SALAH SOAL UU CIPTAKER, INI PENJELASAN
              POLITIKUS PAN

              JAKARTA   -  DPR  bersama  pemerintah  telah  mengesahkan    Undang-Undang  Cipta  Kerja  (UU
              Ciptaker).  Namun,  pengesahan  Omnibus  Law  UU  Ciptaker  ini  mendapatkan  penolakan  dari
              berbagai kalangan.

              Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Farah Putri Nahlia mengatakan,
              setiap  UU  yang  disahkan  DPR  selalu  mengandung  kontroversi.  "Hal  ini  justru  positif  bagi
              Demokrasi kita. Ada kritik yang membangun dalam rangka koreksi terhadap materi UU yang
              disahkan DPR. Hari ini kontroversi itu terjadi pada RUU Cipta Kerja yang kemarin disahkan oleh
              DPR," ujar Farah, Selasa (6/10/2020).

              Selanjutnya soal anggapan semua hak cuti (cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis,
              cuti kematian, cuti melahirkan) hilang dan tidak ada kompensasi, menurut Farah hak cuti tetap
              ada.  Pada  Pasal  89  tentang  perubahan  terhadap  Pasal  79  UU  13  Tahun  2003,  ayat  1
              menyebutkan pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti. Pada Ayat 3: cuti yang wajib

                                                           607
   603   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613