Page 611 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 611

POLISI SEBUT PEDEMO RUSUH BANDUNG BUKAN DARI BURUH-MAHASISWA

              Jakarta  -  Kapolrestabes    Bandung    , Kombes  Ulung  Sampurna  Jaya  menyebut  massa  yang
              bertindak  anarkistis dalam    demo    di  depan  Gedung  DPRD  Jawa  Barat bukan  dari kalangan
              mahasiswa maupun buruh.

              Ulung mengatakan pada siang hari memang ada sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan
              tinggi  di  Bandung  melakukan  demo  menolak  Omnibus  Law  Undang-undang  Cipta  Kerja  (UU
              Ciptaker). Namun, sejak sore hingga malam hari para pedemo terlihat bukan lagi dari elemen
              mahasiswa.

              "Bukan massa buruh, bukan massa mahasiswa. Tadi setelah mahasiswa melakukan demonstrasi,
              ada  massa  lain  yang  datang  ke  DPRD  untuk  melakukan  unjuk  rasa  lagi.  Diperkirakan  dari
              kelompok lain yang bukan mahasiswa," ujar Ulung ditemui di Jalan Diponegoro, Selasa (6/10).

              Ulung mengatakan massa yang bergerak sore hari membuat aksi dorong-dorongan di depan
              Gedung DPRD Jabar. Mereka ingin menguasai gedung dewan perwakilan rakyat Jabar tersebut.
              Namun  demikian  Ulung  enggan  berspekulasi  soal  siapa  yang  melakukan  demonstrasi  yang
              berujung ricuh tersebut.

              "Mereka tadi dorong-dorongan dengan anggota dan berupaya menguasai gedung dewan, serta
              melakukan pelemparan. Sekarang masih kita dalami," katanya.

              Ulung menyebut petugas memukul mundur massa karena berdasarkan aturan, unjuk rasa tidak
              melebihi pukul 18.00 WIB.

              "Yang pertama sudah melewati jamnya. Terus yang kedua mereka sengaja memancing petugas
              agar petugas emosi. Ada aksi pelemparan, hitung tahap satu, dua, tiga, kita maju ke depan,"
              katanya.
              Polisi menerjunkan 650 personel untuk mengawal demo yang dilakukan buruh dan mahasiswa.
              Adapun hingga pukul 20.00 situasi di depan Gedung DPRD Jabar tepatnya di Jalan Diponegoro
              sudah berangsur kondusif.

              "Situasi sementara sudah bisa kita kendalikan," tutur Ulung.

              Pemkot  sayangkan  perusakan    Sementara  itu  Pemkot  Bandung  menyayangkan  perusakan
              terhadap sejumlah fasilitas saat aksi unjuk rasa berlangsung.

              Berdasarkan data sementara, sejumlah fasilitas publik yang rusak di antaranya pot bunga, water
              barrier, dan rambu. Kerusakan terjadi di kawasan Cikapayang dan Taman Balai Kota.

              "Ini jangan sampai terjadi lagi. Apalagi merusak fasilitas umum. Mereka bergerombol saja, sudah
              melabrak  aturan  undang-undang  kesehatan,"  ujar  Sekretaris  Daerah  Kota  Bandung,  Ema
              Sumarna dalam keterangan tertulis.

              Ema mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Bukan hanya soal fasilitas publik yang dirusak
              tetapi juga berpotensi menimbulkan kasus kesehatan.


              "Otomatis kita akan perbaiki. Cuma saya ingatkan bahwa itu uang rakyat, yang demo rakyat.
              Apalagi saat ini pendapatan kita sudah anjlok luar biasa," katanya.

              Sebelumnya,  massa  mahasiswa  menggelar  aksi  unjuk  rasa  mendesak  pemerintah  mencabut
              Undang-undang (UU) di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.





                                                           610
   606   607   608   609   610   611   612   613   614   615   616