Page 614 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 614

PESAN SATGAS COVID-19 KE BURUH YANG MAU DEMO UU CIPTA KERJA KE JALAN

              Satuan Tugas Penanganan COVID-19  mengimbau kepada kelompok buruh dan pekerja yang
              berencana 'turun ke jalan' pada masa pandemi tetap mengikuti protokol kesehatan. Rencana
              demonstrasi menentang Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan DPR
              harus mengikuti panduan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar
              terhindar dari penularan.

              "Satgas  mengimbau  kepada  masyarakat  yang  ingin  melaksanakan  hak-haknya  dalam
              berdemokrasi  untuk  tetap  menerapkan  protokol  kesehatan.  Tetaplah  memakai  masker  serta
              menjaga jarak," kata Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito, Selasa 6 Oktober 2020.

              Wiku menyampaikan contoh kluster penularan yang terjadi di kawasan industri belum lama ini.
              Untuk itu, Satgas tetap menyarankan, penyampaian pendapat harus disesuaikan dengan kondisi
              yang ada. Ia juga menegaskan, tidak ada rencana untuk menggunakan Undang-Undang Nomor
              6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan untuk merespons aksi kelompok buruh.
              "Maka itu, untuk menghindari, kami mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan,"
              kata pria yang akrab disapa Prof Wiku ini.

              "Sampai  dengan  saat  ini  tidak  ada  rencana  untuk  menggunakan  UU  Kekarantinaan  dalam
              merespons ini. Pembubaran kegiatan aspirasi merupakan kewenangan dari pihak aparat penegak
              hukum dalam hal ini kepolisian yang sedang bertugas," sambungnya.

              Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR)
              soal antisipasi adanya demonstrasi dan mogok kerja yang akan dilakukan oleh kaum buruh pada
              6-8 Oktober 2020 terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law atau
              Cipta Kerja sebelum disahkan.

              Telegram  bernomor  STR/645/X/PAM.3.2./2020  itu  diteken  oleh  Aspos  Kapolri,  Irjen  Imam
              Sugianto, per tanggal 2 Oktober 2020. Dalam telegram itu, tertulis unjuk rasa di tengah pandemi
              akan  berdampak  pada  faktor  kesehatan,  perekonomian,  moral  dan  hukum  di  tatanan
              masyarakat.

              "Iya  benar  telegram  itu.  Pak  Kapolri  Jenderal  Idham  Azis  pernah  menyampaikan  di  tengah
              pandemi  COVID-19  ini  keselamatan  rakyat  merupakan  hukum  tertinggi  atau  Salus  Populi
              Suprema Lex Esto," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, pada
              Senin 5 Oktober 2020.

              Di hari ini, para buruh yang diklaim berjumlah empat belas ribu orang mogok kerja dan turun ke
              jalan berdemonstrasi untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja alias Omnibus Law Cipta Kerja
              di Tangerang, Banten, Selasa, 6 Oktober 2020.

              Aliansi Buruh Banten Bersatu mengklaim, para buruh itu baru di Tangerang, belum dihitung
              dengan yang di seluruh wilayah Banten. "Kalau keseluruhan (se-Banten) itu bisa lebih," kata
              Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu, Jayadi, saat ditemui di kawasan Industri Cikupa Mas.

              Selain mogok kerja, para buruh akan berkonvoi ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten
              (KP3B). Sebelum menuju ke KP3B, mereka akan berunjuk rasa di kawasan Tol Bitung, Curug,
              Tangerang, untuk menjemput rekan buruh lainnya yang berada di kawasan Kota Tangerang.

              Seperti diketahui, jumlah pasien COVID-19 masih tinggi, maka jangan lupakan 3M: memakai
              masker,  menjaga  jarak  dan  hindari  kerumunan,  serta  mencuci  tangan.  (ren)    #pakaimasker
              #jagajarakhindarikerumunan  #cucitanganpakaisabun  #ingatpesanibu  #satgascovid19.



                                                           613
   609   610   611   612   613   614   615   616   617   618   619