Page 609 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 609

diberikan  kepada  pekerja/buruh  yaitu  cuti  tahunan,  paling  sedikit  12  hari  kerja  setelah
              pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Ayat 5: Selain
              waktu  istirahat  dan  cuti  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  di  atas,  perusahaan  dapat
              memberikan  cuti  panjang  yang  diatur  dalam  perjanjian  kerja,  peraturan  perusahaan,  atau
              perjanjian kerja bersama.

              Soal  isu  outsourcing  diganti  dengan  kontrak  seumur  hidup,  dikatakan  Farah,  outsourcing  ke
              perusahaan alih daya tetap dimungkinkan. Pekerja menjadi karyawan dari perusahaan alih daya.
              Pasal 89 tentang Perubahan terhadap Pasal 66 Ayat 1 UU 13 Tahun 2003 disebutkan, hubungan
              kerja antara perusahaan alih daya dengan pekerja/buruh yang dipekerjakannya didasarkan pada
              perjanjian kerja waktu tertentu atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

              Mengenai isu tidak akan ada status karyawan tetap, menurut Farah, status karyawan tetap masih
              ada. Pasal 89 tentang perubahan terhadap Pasal 56 UU 13 Tahun 2003 (1) Perjanjian kerja
              dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.

              Kemudian soal anggapan perusahaan bisa mem-PHK kapanpun secara sepihak, ditegaskan Farah
              Putri, perusahaan tidak bisa mem-PHK secara sepihak. Pasal 90 tentang perubahan terhadap
              Pasal 151 UU 13 Tahun 2003 Ayat 1 menyebutkan, pemutusan hubungan kerja dilaksanakan
              berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja/buruh.





















































                                                           608
   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613   614