Page 603 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 603

Adapun Pasal 77 ayat (2) huruf b mengatur soal waktu kerja 8 jam per hari dan 40 jam dalam
              seminggu untuk 5 hari kerja dalam sepekan.
              Ayat selanjutnya menyatakan bahwa ketentuan waktu kerja sebagaimana dimaksud pada Pasal
              77 ayat (2) huruf a dan b itu tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu.

              Selanjutnya,  ketentuan  soal  pelaksanaan  jam  kerja  bagi  pekerja/buruh  di  perusahaan  diatur
              dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

              Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  waktu  kerja  pada  sektor  usaha  atau  pekerjaan  tertentu
              sebagaimana dimaksud ketentuan itu diatur dengan peraturan pemerintah (PP).

              Bagaimana  dengan  ketentuan  lama  yang  diatur  UU  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan?  Setali tiga uang dengan RUU Ciptaker, Pasal 77 ayat (1) UU Ketenagakerjaan
              menyatakan bahwa setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.
              Ketentuan  selanjutnya  soal  waktu  kerja  6  hari  ataupun  5  hari  per  pekan  dalam  UU
              Ketenagakerjaan tidak berbeda dari UU Ciptaker. Pasal 77 ayat (2) huruf a menyatakan waktu
              kerja 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja per pekan.

              Adapun pada huruf b mengatur soal waktu kerja 8 jam per hari dan 40 jam seminggu untuk 5
              hari per pekan.

              Sama halnya dengan RUU Ciptaker, ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan juga mengatur soal
              ketentuan waktu kerja tersebut tidak berlaku bagi sektor usaha atau peker-jaan tertentu.

              Namun, yang membedakan ialah UU Ketenagakerjaan menyatakan, ketentuan mengenai waktu
              kerja pada sektor usaha atau pekerjaan tertentu itu diatur dengan keputusan menteri. Adapun
              dalam RUU Ciptaker, waktu kerja untuk pekerjaan tertentu itu diatur dengan PP.

              Menteri  Koordinator  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  menyatakan,  RUU  Ciptaker  justru
              memberikan perlindungan lebih kepada para pekerja. Menurutnya, kini pengaturan jam kerja
              disesuaikan dengan sistem kerja Industri 4.0 dan ekonomi digital.

              "RUU Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti haid, cuti hamil yang telah diatur dalam UU
              Ketenagakerjaan,"  kata  Airlangga  saat  menyampaikan  pandangan  pemerintah  dalam  Rapat
              Paripurna DPR, Senin (5/10).
              (boy/jpnn)



























                                                           602
   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607   608