Page 602 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 602
Judul Cuma Ada Sehari Libur di RUU Ciptaker? Yuk, Bandingkan dengan UU
Ketenagakerjaan
Nama Media jpnn.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.jpnn.com/news/cuma-ada-sehari-libur-di-ruu-ciptaker-
yuk-bandingkan-dengan-uu-ketenagakerjaan
Jurnalis ara
Tanggal 2020-10-06 21:12:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Perekonomian) RUU Cipta Kerja tidak
menghilangkan hak cuti haid, cuti hamil yang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan
Ringkasan
Pemerintah dan DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker)
menjadi undang-undang. Namun, polemik masih mewarnai RUU yang dikenal dengan sebutan
Omnibus Law itu.
Informasi yang beredar menyebut RUU Ciptaker membuat para pekerja hanya memiliki satu hari
libur dalam sepekan. Benarkah? Pasal 77 ayat (1) RUU Ciptaker menyatakan bahwa setiap
pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja. Adapun pada ayat (2) pasal yang sama
memerinci soal waktu kerja, yakni 6 hari kerja dan 5 hari kerja per minggu.
CUMA ADA SEHARI LIBUR DI RUU CIPTAKER? YUK, BANDINGKAN DENGAN UU
KETENAGAKERJAAN
JAKARTA - Pemerintah dan DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU
Ciptaker) menjadi undang-undang. Namun, polemik masih mewarnai RUU yang dikenal dengan
sebutan Omnibus Law itu.
Informasi yang beredar menyebut RUU Ciptaker membuat para pekerja hanya memiliki satu hari
libur dalam sepekan. Benarkah? Pasal 77 ayat (1) RUU Ciptaker menyatakan bahwa setiap
pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja. Adapun pada ayat (2) pasal yang sama
memerinci soal waktu kerja, yakni 6 hari kerja dan 5 hari kerja per minggu.
Perinciannya sebagaimana Pasal 77 ayat (2) huruf a ialah 7 jam per hari dan 40 jam dalam
seminggu untuk 6 hari kerja dalam sepekan.
601

