Page 673 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 673

Judul               Aturan Baru PHK Pekerja dalam Omnibus Law Ciptaker
                Nama Media          cnnindonesia.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201005201259-532-
                                    554680/aturan-baru-phk-pekerja-dalam-omnibus-law-ciptaker
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-10-06 20:15:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Pemerintah mengubah sejumlah ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (  PHK  ) dalam Undang-
              undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Perubahan tersebut tertuang dalam
              Omnibus Law Cipta Kerja (  Ciptaker  ) yang disahkan oleh DPR dalam Rapat Paripurna kemarin,
              Senin (5/10). Melalui UU Ciptaker, perusahaan tak perlu mengajukan permohonan penetapan
              pemutusan PHK secara tertulis kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
              Sebab, Pasal 81 poin 39 UU Ciptaker menghapuskan Pasal 152 UU Ketenagakerjaan.



              ATURAN BARU PHK PEKERJA DALAM OMNIBUS LAW CIPTAKER

              Jakarta -  Pemerintah mengubah sejumlah ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja (  PHK  ) dalam
              Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Perubahan tersebut tertuang
              dalam Omnibus Law Cipta Kerja (  Ciptaker  ) yang disahkan oleh DPR dalam Rapat Paripurna
              kemarin, Senin (5/10).

              Melalui UU Ciptaker, perusahaan tak perlu mengajukan permohonan penetapan pemutusan PHK
              secara tertulis kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Sebab, Pasal 81
              poin 39 UU Ciptaker menghapuskan Pasal 152 UU Ketenagakerjaan. Untuk diketahui, Pasal 152
              UU Ketenagakerjaan menyatakan permohonan penetapan PHK diajukan secara tertulis kepada
              lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial disertai alasan yang menjadi dasarnya.
              Selanjutnya, penetapan atas permohonan PHK hanya dapat diberikan oleh lembaga penyelesaian
              perselisihan hubungan industrial jika ternyata maksud untuk memutuskan hubungan kerja telah
              dirundingkan, tetapi perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

              Pemerintah juga menghapuskan kewenangan PHK di tangan lembaga penyelesaian perselisihan
              hubungan industrial apabila keputusan PHK alot antara pengusaha dan pekerja. Ketentuan ini
              sebelumnya  tercantum  dalam  Pasal  151  UU  Ketenagakerjaan  yang  berbunyi  dalam  hal
              perundingan benar-benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan
              hubungan  kerja  dengan  pekerja/buruh  setelah  memperoleh  penetapan  dari  lembaga
              penyelesaian perselisihan hubungan industrial.


                                                           672
   668   669   670   671   672   673   674   675   676   677   678