Page 182 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 182

MOELDOKO INGIN PEKERJA MIGRAN DIFASILITASI TES PCR DAN VAKSIN: BERI
              RED CARPET
              Kewajiban tes dan vaksinasi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mendapatkan perhatian
              dari  KSP.  Ia  mengatakan,  pemerintah  akan  membuat  kebijakan  terkait  biaya  tes  PCR  dan
              vaksinasi sehingga tidak menjadi beban CPMI.

              "Saya ke tenaga kerja. Jangan membebani mereka. Jangan pula biaya PCR test maupun jadi
              area permainan," kata Moeldoko saat menggelar rakor terkait PCR bersama Kementerian Tenaga
              Kerja dan Kementerian Kesehatan di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (3/5).

              Moeldoko mengatakan, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan perlakuan istimewa dari
              negara. Peran mereka terhadap pergerakan roda ekonomi bangsa sangat besar dan signifikan.
              Bahkan  negara  memperoleh  cadangan  devisa  hingga  Rp  159,6  triliun  pada  2020.  Ini
              mengindikasikan  masa  depan  bangsa  salah  satunya  berada  pada  diaspora  tenaga  kerja
              Indonesia di luar negeri.
              Tidak  hanya  itu,  Moeldoko  mengatakan  negara  tidak  hanya  melihat  PMI  sebagai  penggerak
              sumbu  ekonomi,  namun  juga  sebagai  etalase  bangsa  yang  menjadi  wajah  dan
              merepresentasikan Indonesia di dunia internasional.

              "Oleh karena itu, sudah sewajarnya pemerintah menaruh perhatian sangat besar kepada PMI
              dan memberikan bagi mereka," ujarnya.

              Sebagaimana  diketahui, pemerintah  secara  resmi  membuka  kembali  penempatan  PMI dalam
              masa  adaptasi  kebiasaan  baru  pada  pertengahan  2020.  Hal  itu  dilakukan  untuk  mendukung
              percepatan  pemulihan  ekonomi  nasional,  serta  memperhatikan  kebijakan  beberapa  negara
              penempatan yang sudah membuka tenaga kerja asing.

              Salah  satu  yang  sedang  disiapkan  adalah pengiriman  274  CPMI  ke  Jepang  yang  merupakan
              bagian  dari  perjanjian  Indonesia-Japan  Economic  Partnership  Agreement  (IJEPA).  Namun,
              Moeldoko meminta kementerian/lembaga terkait tidak hanya fokus pada pengiriman CMPI ke
              Jepang saja.

              "Jangan melihat. Perlu ada kajian, sinkronisasi, dan terobosan aturan di bidang kesehatan dan
              perlindungan PMI. Anggaran juga perlu disiapkan sehingga bisa mempertanggungjawabkannya
              ke BPK dan BPKP," pungkasnya.

              Pada pertemuan ini, perwakilan Kemenaker dan Kemenkes sepakat dengan arahan Moeldoko.
              Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Bina Penta) Kemenaker, Suhartono, mengatakan
              tahun lalu Indonesia mengirim sebanyak 114 PMI Nurse dan careworker batch ke-13 ke Jepang.
              Saat itu, tes PCR kepada PMI difasilitasi pemerintah melalui kerja sama dengan BNI.

              "Ke depan, kami sepakat untuk ada anggaran khusus terkait fasilitas PCR test dan vaksinasi.
              Sehingga kami akan diskusikan hal ini," kata Suhartono.

              Direktur  Penyakit  Menular  Langsung  Ditjen  P2P  Kemenkes  Siti  Nadia  juga  setuju  perlunya
              penyusunan kebijakan dan regulasi fasilitas PCR test dan vaksinasi bagi PMI. Terutama terkait
              dengan kriteria hingga jumlah PMI. "Harus berhitung ulang untuk anggaran 2021. Untuk tahun
              2022 akan dibuatkan kebijakan bersama," imbuh Nadia.

              Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah harus turun tangan mengatasi persoalan PCR
              test dan vaksinasi bagi PMI. Apalagi masih banyak PMI yang tergolong orang tidak mampu.

              Selain itu, Kemenkes juga siap mendukung pelaksanaan tes PCR dan vaksinasi bagi PMI karena
              secara fasilitas sudah terpenuhi.

                                                           181
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187